PUING-PUING badan pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 ditemukan berserakan di wilayah timur Ukraina. Pada Selasa (13/10), grafik rekonstruksi menyajikan momen bagaimana pesawat MH17 hancur berkeping-keping terkena serpihan ledakan rudal.
Tim investigasi kecelakaan yang diketuai Belanda menyimpulkan bahwa beberapa dari 298 orang dalam pesawat MH17 mungkin masih sempat sadar selama 90 detik setelah ledakan rudal BUK buatan Rusia merobek bagian sisi kiri kokpit pesawat.
"Bagian depan pesawat itu ditembus ratusan serpihan benda berenergi tinggi yang berasal dari hulu ledak," demikian laporan yang dirilis Dewan Keamanan Belanda pada Selasa (13/10).
Laporan yang menyimpulkan penyelidikan selama 15 bulan itu menambahkan, "Sebagai hasil dari dampak dan ledakan berikutnya, tiga anggota awak di kokpit tewas seketika itu dan pesawat hancur di udara."
Penyelidik menyimpulkan bahwa pada satu momen, para penumpang tengah tidur di kursi masing-masing. Beberapa detik pascaledakan rudal, badan pesawat MH17 jatuh menghunjam ke bumi dari ketinggian 10,1 kilometer atau sekitar 33 ribu kaki.
"Tidak dapat dikesam-pingkan bahwa beberapa penumpang tetap sadar selama beberapa saat sekitar 1 menit sampai 1,5 menit ketika kecelakaan itu berlangsung," kata laporan itu.
Sebelum rekonstruksi yang rumit tersebut dilaksanakan, tim dengan susah payah me-nyusun kembali puing-puing pesawat yang ditemukan di lokasi kejadian di wilayah timur Ukraina.
Reruntuhan pesawat MH17 yang rusak kembali disusun pada sebuah kerangka baja dan kawat. Bagian depan pesawat yang hancur tampak mendominasi hanggar di pangkalan udara Belanda.
Reruntuhan disatukan setelah diangkut kembali dari Ukraina Timur yang dilanda peperangan dengan menggunakan kereta api dan pesawat ke Pangkalan Udara Gilze-Rijen.
Jumlah total benda berener-gi tinggi yang menghantam MH17 lebih dari 800 serpihan. Tim investigasi Belanda meyakini penyebab pesawat milik penerbangan Malaysia itu jatuh ialah rudal BUK yang ditembakkan dari wilayah yang dikuasai kelompok separatis pro-Rusia.
"Ini sangat menakutkan, melihat persis di tempat se-seorang kehilangan nyawa mereka," kata salah seorang wartawan Belanda yang mengikuti proses rekonstruksi jatuhnya pesawat MH17.
Sekutu Amerika Serikat, Australia, mendesak pelaku penembakan MH17 untuk diadili. 'Negeri Kanguru' mengatakan desakan proses pengadilan terhadap pelaku yang diduga kelompok separatis pro-Rusia bukan bermaksud melakukan <>'bully'.
Sebaliknya, Moskow tetap tidak menerima hasil penyelidikan dari Belanda. Rusia membantah terlibat dan membela kelompok separatis di wilayah timur Ukraina sebagai pihak penyebab jatuhnya MH17.(AFP/Hym/I-3)