Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Jika Partai Saenuri jadi 'meninggalkan' Park Jumat pekan depan, langkah pemakzulan akan berjalan mulus.
Proses pemakzulan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye karena tuduhan terlibat skandal korupsi tampaknya akan berjalan lancar. Lebih dari 30 anggota parlemen dari partai pendukung pemerintah menyatakan akan mendukung gerakan oposisi yang menyerukan penggulingan Park.
Park akan menghadapi proses impeachment pada Jumat (9/12). Park yang dituduh berkolusi dengan Choi Soon-sil kini dalam upaya menghimpun dana dari berbagai sumber--termasuk para pengusaha untuk sebuah yayasan dengan peruntukan kepentingan pribadi. Majelis nasional dijadwalkan akan melakukan voting untuk proses pemakzulan yang membutuhkan dukungan dua pertiga suara anggota parlemen agar pemakzulan sukses.
Partai Saenuri yang selama ini merupakan partai pendukung Park awalnya berkeras agar Park diizinkan mundur secara sukarela.
Mereka mengusulkan waktu yang tepat bagi Park untuk mundur ialah April tahun depan. Namun, opsi itu tidak bisa dilakukan dengan meningkatnya gelombang protes rakyat hingga mencapai 1,6 juta orang. Mereka meminta Park segera mundur. "Setelah kami berdiskusi, kami menyimpulkan bahwa pilihan presiden meninggalkan jabatannya secara sukarela pada April telah ditolak rakyat," kata anggota parlemen Hwang Young-cheul.
"Semua persiapan yang diperlukan sudah dilakukan untuk memastikan gerakan pemakzulan diteruskan," lanjut Hwang. Menurut hitungan Hwang, 35 anggota Partai Saenuri Partai akan mendukung gerakan tersebut. Jika disetujui, proses itu masih akan memerlukan persetujuan Mahkamah Konstitusi yang prosesnya bisa memakan waktu hingga enam bulan.
Kesaksian para chaebol
Para chaebol sebutan bagi konglomerat di Korsel--termasuk bos Samsung--berusaha keras untuk mempertanggungjawabkan praktik bisnis mereka di hadapan publik saat dimintai keterangan oleh parlemen terkait dengan sumbangan yang pernah mereka berikan kepada yayasan yang dikendalikan Choi Soo-sil.
Bos Samsung Lee Jae-yong tampak sangat tidak nyaman saat berusaha menangkis pertanyaan tentang keterlibatan perusahaannya. Lee menghindar untuk memberikan jawaban tegas ketika ditanya apakah ia setuju chaebol sengaja bersekongkol dengan Choi. "Saya memiliki begitu banyak kelemahan dan Samsung memiliki hal untuk diperbaiki," kata Lee. Anggota parlemen berulang kali meminta Lee memperjelas jawabannya, tapi dia hanya menjawab, "Krisis ini membuat saya sadar kita perlu mengubah diri kita sendiri agar sesuai dengan harapan masyarakat.
"Lee mengaku Samsung menerima banyak permintaan untuk pendanaan. "Tapi kami tidak pernah memberikan dukungan atau sumbangan sebagai imbalan untuk mendapatkan sesuatu.
" Ia juga menceritakan bagaimana Park meminta sumbangan pada pertemuan pada Juli lalu tanpa ada nama yayasan tertentu. Para chaebol tersebut membantah sumbangan yang mereka berikan merupakan imbalan atas kemudahan yang mereka dapatkan dari pemerintah.
"Sulit bagi perusahaan untuk menolak permintaan dari Istana Kepresidenan," kata Huh Chang-soo, pimpinan GS Group dan kepala Federasi Industri Korea Selatan. "Korporasi tidak punya pilihan selain mengikuti kebijakan pemerintah," tambah Ketua LG Group Koo Bon-moo.
Selain bos Samsung, Pimpinan Hyundai Motors Chung Mong-koo dan Ketua Lotte Shin Dong-bin juga dimintai kesaksian. (AFP/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved