Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH bangunan yang berfungsi sebagai Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) yang palsu, beroperasi di Ghana. Kedubes itu mengeluarkan dokumen ilegal selama 10 tahun terakhir.
Perwakilan resmi AS yang palsu itu diorganisir oleh jaringan kriminal. Letaknya berada di sebuah bangunan kecil di Ibu Kota Ghana, Accra.
Operasi dari kedubes palsu itu sudah ditutup sejak musim panas, tetapi pihak AS baru merilis pernyataan pada 2 Desember.
"Tempat itu tidak dioperasikan oleh Pemerintah Amerika Serikat, tetapi oleh beberapa orang anggota kejahatan terorganisir dari Ghana dan Turki. Selain itu terdapat juga pengacara yang melakukan praktik imigrasi dan kriminal," ungkap pemerintah AS dalam sebuah pernyataan resmi, seperti dikutip Express, Senin (5/12).
"Kriminal di balik kegiatan ini mampu membayar para pejabat korup untuk memuluskan jalannya. Mereka juga berhasil meraih dokumen asli untuk ditiru," lanjutnya.
Pihak berwenang yang melakukan operasi penggerebekan menemukan dokumen visa AS yang legal dan juga identitas palsu, termasuk akta kelahiran. Semua itu dijual hingga US$6 ribu atau sekitar Rp70 juta.
Selain visa AS, terdapat juga visa India, Afrika Selatan dan visa zona Schengen. Sebanyak 150 paspor dari 10 negara berbeda juga ditemukan.
Kedubes Belanda yang palsu juga terkuak dalam operasi ini. Seorang warga Turki ditangkap karena berpura-pura menjadi petugas konsuler di Belanda.
Permintaan visa dari negara Barat di Afrika sangat besar. Hal itu menjadikan visa itu target kejahatan terorganisir, kelompok kriminal menyuap pihak berwenang setempat.
Tidak diketahui berapa banyak orang yang masuk ke dalam wilayah AS ataupun negara Barat lainnya, dengan menggunakan dokumen dari kedutaan palsu ini.
Lokasi Kedutaan Besar AS yang sebenarnya berada di sebuah bagian hunian eksklusif di Accra. Bentuk operasinya pun berbeda jauh Kedubes AS yang palsu tersebut. (MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved