Tolak Konfrontasi,Taiwan Desak Tiongkok Tenang

AFP/Hym/I-1
06/12/2016 07:51
Tolak Konfrontasi,Taiwan Desak Tiongkok Tenang
(Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump (kiri) dan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen (aanan) -- AFP Photo)

TAIWAN mendesak Tiongkok agar tenang, kemarin, setelah pemimpin Taiwan melakukan panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Donald Trump.

Percakapan yang membuat Beijing marah itu tidak biasa karena Tiongkok menganggap Taiwan bagian dari provinsinya.

Tiongkok mengajukan protes kepada AS karena presiden terpilih, Trump, berbicara langsung per telepon dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen.

Protes itu disampaikan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu (3/12), atau beberapa jam setelah Trump menelepon Tsai.

"Kami telah membuat protes resmi terkait hal itu kepada AS. Hal ini untuk menunjukkan, hanya ada satu Tiongkok di dunia. Taiwan ialah bagian tak terpisahkan dari Tionkgok," kata pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Hubungan antara Taipei dan Beijing semakin dingin sejak Tsai yang menganut kebijakan keras terhadap Beijing dan mengambil alih kekuasaan di Taiwan pada Mei lalu.

Itu sekaligus mengakhiri delapan tahun pemulihan hubungan lintas selat.
Sejak Tsai berkuasa, Beijing langsung memotong semua komunikasi resmi dengan negara pulau yang beribu kota di Taipei itu.

Panggilan telepon Tsai ialah yang pertama antara pemimpin Taiwan dan presiden terpilih atau pemimpin petahana AS sejak Washington mengalihkan pengakuan kedaulatan dari Taipei ke Beijing pada 1979.
Kemarin Menteri Urusan Tiongkok Taiwan, Chang Hsiao-yueh, mendesak Beijing untuk mempertimbangkan masalah ini dengan 'sikap tenang'.

"Pemerintah menghargai hubungan dengan (China) dan presiden telah menegaskan berkali-kali bahwa Taiwan tidak akan kembali ke cara lama, konfrontasi. Saya tidak berpikir ada tindakan provokasi," ujarnya kepada wartawan.

Tsai sendiri belum memberikan komentar, tetapi kantor presiden telah menegaskan 'tidak ada konflik' antara Taiwan menjaga hubungan dan AS dan Tiongkok.

Di Taipei, sejumlah orang mengatakan mereka sekarang takut akan reaksi Beijing.

Di New York, AS, setelah berkomunikasi langsung dengan Presiden Taiwan, Trump kemarin kembali membuat provokasi dengan menuduh Beijing telah melakukan ekspansi militer dan melakukan manipulasi mata uang.
Tuduhan itu dilontarkan Trump melalui Twitter.

Tiongkok sendiri menolak untuk mengomentari provokasi presiden terpilih AS itu.

"Tiongkok tidak bersedia mengomentari kicauan motivasi itu," ungkap juru bicara Kemenlu Tiongkok Lu Kang, kemarin.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya