Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN raksasa Korea Selatan (Korsel) Samsung, Hyundai Motor, SK, dan konglomerat lainnya dalam kondisi siaga menanti anggota parlemen mulai memeriksa pemimpin mereka dalam sidang hari ini atas tuduhan koneksi dalam skandal korupsi yang melibatkan Presiden Park Geun-hye dan orang kepercayaannya, Choi Soon-sil.
Anggota parlemen Korsel, kemarin, memulai serangkaian sidang dengar pendapat yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membahas skandal tersebut.
Langkah itu diharapkan akan menyingkap 'area gelap' kasus tersebut dan sekaligus menjadi pertaruhan masa depan kekuasaan Park yang telah di ujung tanduk.
Pemimpin perusahaan raksasa seperti Samsung dan Hyundai akan berada di antara mereka yang bersaksi sebelum penyelidikan parlemen menjelang pemungutan suara pemakzulan untuk menurunkan Park pada Jumat (9/12).
Persidangan digelar menyusul serangkaian demonstrasi massa selama berpekan-pekan di Seoul.
Jutaan warga Korsel turun ke jalan untuk menyerukan penggulingan Park dari jabatannya.
Presiden perempuan pertama Korsel itu dituduh berkolusi dengan sahabat yang juga orang kepercayaannya, Choi Soon-sil.
Sang karib dituding memaksa sejumlah perusahaan raksasa Korsel 'menyumbangkan' hampir US$70 juta untuk dua yayasan nonprofit meragukan yang dikelola Choi.
Ia telah didakwa dengan tuduhan pemaksaan dan penyalahgunaan kekuasaan, juga diduga menggunakan sebagian dana sumbangan untuk keperluan pribadi.
Meski demikian, dia membantah semua tuduhan kriminal itu.
Choi dijadwalkan tampil dalam sidang dengar pendapat di televisi pada Rabu (7/12).
Itu akan menjadi pertama kalinya bagi Choi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di muka publik terkait dengan perannya dalam skandal itu.
Sidang kesaksian hari ini dikhususkan untuk menginterogasi para petinggi perusahaan, termasuk anak perusahaan grup Samsung, Lee Jae-yong, pemimpin Hyundai Chung Mong-koo, dan tujuh konglomerat lainnya, termasuk dari LG, Lotte, Hanjin, dan CJ.
Menurut sumber perusahaan yang dikutip surat kabar dengan sirkulasi terbesar Chosun Ilbo, banyak dari konglomerat itu yang panik.
Mereka bersiap dengan segala kemungkinan pertanyaan di persidangan agar tidak menjadi sasaran penghinaan publik selama sesi dengar kesaksian.
"Kami sedang melakukan segala yang kami bisa untuk membuat pemimpin kami siap menjawab pertanyaan. Kami yakin penyelidikan dewan akan menghapus kecurigaan di sekitar kita," kata seorang pejabat Hyundai Motor.
Juru bicara Lotte Group membantah tuduhan bahwa perusahaan itu memberikan suap agar mendapatkan lisensi.
SK Group juga telah menyiapkan diri dan mengatakan Ketua Chey akan menjawab pertanyaan anggota parlemen dengan sebenarnya.
"Kami telah membuat daftar pertanyaan yang mungkin dan menyiapkan jawaban yang sesuai. Pemimpin kami akan mengatakan yang sebenarnya," ujar seorang pejabat SK.
Tahun buruk Samsung
Samsung, grup bisnis terbesar di Korsel, merupakan penyumbang terbesar untuk yayasan Choi yakni 20 miliar won (US$17 juta), diikuti Hyundai, SK, LG, dan Lotte.
Skandal itu menjadikan tahun ini tahun yang buruk bagi Samsung.
Perusahaan juga menghadapi tuduhan terpisah dalam skandal ini, yakni menawarkan Choi jutaan euro untuk membiayai pelatihan berkuda putrinya di Jerman.
Tim jaksa menggerebek markas perusahaan terbesar ke-4 di Asia itu beserta grup mereka guna mencari bukti bahwa perusahaan-perusahaan itu menerima fasilitas kebijakan istimewa sebagai konsesi sumbangan yang diberikan.
Presiden Park tak akan muncul ke publik sebelum sesi dengar kesaksian setelah perlawanan sengit dari partai konservatif Saenuri yang membelanya dan menentang idenya diperiksa dalam kasus itu.
Meski demikian, Park sempat menyatakan siap mundur. (AFP/Korea Times/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved