Kampung Janda Peddakunta di India

AFP/Wendy Mehari Utami/I-3
13/10/2015 00:00
Kampung Janda Peddakunta di India
(AFP/NOAH SEELAM)
DESA Peddakunta terletak di Negara Bagian Telangana di India sisi selatan.

Sejak 2006, desa itu mendapatkan julukan tragis, yakni kampung janda korban jalan tol.

Julukan itu bermula pada 2006. Saat itu jalan tol nasional nomor 44 rampung dibangun.

Jalan itu dibangun dengan menembus Desa Peddakunta. Akibatnya, desa itu terbelah dua.

Permukiman penduduk ada di satu sisi, sedangkan pusat pemerintahan desa ada di sisi jalan yang lain.

Sejak jalan dioperasikan hingga kini, tinggal satu penduduk laki-laki dewasa yang tinggal di salah satu sisi Desa Peddakunta dengan 35 rumah penduduk. Penduduk selebihnya ialah perempuan, anak-anak, dan manula.

Menurut warga setempat, sekitar 25 penduduk laki-laki Desa Peddakunta terbunuh saat mencoba menyeberangi jalan tol untuk bisa mencapai ke wilayah desa di seberang.

"Suami saya meninggal akibat kecelakaan kendaraan di jalan tol. Begitu juga dengan saudara laki-laki saya, pun ayah saya. Kini tidak ada lagi laki-laki yang bisa menjaga kami di keluarga ini," tutur Kurra Asli, 23, warga Desa Peddakunta.

Dia menunjukkan selembar foto buram mendiang suaminya.

Warga perempuan lain juga menunjukkan selembar hasil cetakan hitam-putih.

Di situ terpampang foto seorang laki-laki tergeletak tertelungkup di jalan tol. Kaki kirinya hancur.

"Itu suami saya waktu meninggal," ucap perempuan itu.

Warga desa mengaku telah meminta agar pemerintah membangun jembatan pejalan kaki ataupun terowongan supaya mereka bisa menyeberangi tol yang terdiri dari empat jalur itu.

Namun, menurut janda-janda di Desa Peddakunta itu, permintaan mereka diabaikan.

"Tidak ada yang akan membantu kami," ucap K Maani, 38, seorang ibu dengan tiga anak.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, ada lebih dari 230 ribu korban tewas setiap tahun akibat kecelakaan di jalan raya di India.

Para analis transportasi mengaitkan jumlah kematian yang tinggi itu dengan kondisi jalan-jalan yang buruk, para pengemudi yang tidak terlatih, juga kebiasaan cara mengemudi yang sembrono.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya