Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN ribu demonstran berunjuk rasa di Kota Seoul, Korea Selatan (Korsel), kemarin. Unjuk rasa serupa yang sudah keenam kalinya tersebut mendesak pengunduran dan penahanan Presiden Park Geun-hye yang terlibat skandal korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
Posisi Park yang dikenal sebagai perempuan presiden pertama ‘Negeri Ginseng’ itu, akan ditentukan nasibnya minggu depan. Pasalnya, parlemen akan menggelar voting untuk menentukan apakah perlu pemakzulan atau tidak.
Unjuk rasa besar-besaran anti-Park kemarin merupakan bagian dari rangkaian unjuk rasa yang digelar di ibu kota Korsel. Unjuk rasa tersebut dilakukan hanya beberapa jam setelah partai-partai oposisi mengajukan mosi pemakzulan yang akan digelar Jumat (9/12) mendatang.
Jika mosi pemakzulan berjalan mulus, Park, presiden pertama yang dipilih secara demokratis itu, tidak akan menyelesaikan tugasnya selama lima tahun atau satu periode penuh.
Sebelumnya, perempuan yang berusia 64 tahun itu dituduh berkolusi dengan sahabat dekatnya, Choi Soon-sil. Choi yang telah menjadi tersangka dan ditahan dituduh menghimpun dana jutaan dolar AS dari kalangan pengusaha dengan memanfaatkan kedekatannya dengan Park.
Choi juga dituduh telah menyalahgunakan kekuasaan. Itu disebabkan dia yang bukan pejabat pemerintah telah turut campur dalam urusan pemerintahan.
Satu-satunya pertanyaan ialah kapan Park mengundurkan diri atau dilengserkan parlemen melalui voting. Partai pendukungnya, Saenuri, telah pula mendesak putri mantan Presiden Park Chung-hee itu melepaskan jabatannya pada April mendatang.
Dalam beberapa pekan terakhir, jumlah demonstran yang turun ke jalanan di Kota Seoul telah mencapai jutaan orang. Terkait dengan skandalnya, Park telah meminta maaf kepada publik Korsel.
Di sisi lain, terkait mosi pemakzulan, kemarin pagi sebanyak 171 anggota legislatif dari tiga partai oposisi dan independen telah membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk persetujuan.
Untuk terlaksananya mosi pemakzulan, dibutuhkan dua pertiga dari 300 anggota parlemen. Oleh karena itu, parlemen masih membutuhkan dukungan suara dari partai berkuasa pengusung Park, Partai Saenuri.
Pekan lalu, anggota parlemen dari Partai Saenuri yang tidak menyukai Park setuju untuk mendukung pemakzulan. Namun, mereka tidak ingin pengunduran Park akan memperkuat posisi loyalis Park.
Para pengamat menilai politisi Saenuri anti-Park lebih menginginkan Park mengundurkan diri daripada dilengserkan dengan mosi pemakzulan.
“Saya tidak lagi percaya satu kata pun yang disampaikan presiden dan partainya,” kata Kim Hak-won, pegawai bank yang turut berunjuk rasa bersama seorang putrinya. (AFP/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved