Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MALAYSIA mendesak Myanmar untuk menghentikan kekerasan terhadap etnik minoritas muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine. Kekerasan tersebut dinilai dapat memengaruhi keselamatan, keamanan, dan kondisi Malaysia sebagai sesama negara anggota ASEAN.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Malaysia mengatakan bahwa krisis kemanusiaan di Myanmar bukan masalah internal tetapi telah menjadi masalah internasional.
Oleh karena itu, krisis tersebut harus diselesaikan untuk memperbaiki stabiliras dan keamanan di kawasan Asia Tenggara.
Dalam pernyataannya, Kemenlu Malaysia mengatakan pihaknya menilai kekerasan terhadap etnik Rohingya sebagai persoalan kemanusiaan yang segera diselesaikan dan bukan isu agama.
"Fakta bahwa satu-satunya etnik tertentu (Rohingya) sedang diusir jelas sebagai pembersihan etnik," jelas kemenlu negeri jiran tersebut.
Kemenlu Malaysia melaporkan cukup banyak warga Rohingya asal Myanmar yang berada di negaranya dan jumlahnya sekitar 56 ribu orang.
Komisi Tinggi Pengungsi Perserikatan Bangsa Bangsa (UNHCR) mengatakan ratusan ribu orang Rohingya berada di sejumlah negara sekitarnya dan masalah telah menjadi masalah internasional.
"Malaysia tidak perlu mengingatkan juru bicara dari Presiden Myanmar U Zaw Htay tentang krisis manusia perahu pada 2015 sebagai isu regional dan menjadi tanggungan negara tetangga Myanmar," papar Kemenlu Malaysia.
"Dengan pemikiran ini, Malaysia telah berulang kali menawarkan bantuan kepada pemerintah Myanmar dalam mencari solusi saat ini dan solusi jangka panjang terkait kekerasan terhadap Rohingya di wilayah utara Rakhine," tambah Kemenlu Malaysia.
Kemenlu Malaysia menegaskan sebagai negara tetangga dan anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab, pihaknya memiliki tanggung jawab meyakinkan negara-negara ASEAN untuk menggambil langkah proaktif dalam mencegah masalah lebih parah lagi. (Malaysiatoday/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved