Korut Klaim Siap Hadapi AS

Haufan Hasyim Salengke
11/10/2015 00:00
Korut Klaim Siap Hadapi AS
(AP)
RIBUAN tentara Korea Utara (Korut) melangkah dengan tegap dalam formasi menuju Lapangan Kim Il-sung yang dihiasi dengan bendera Partai Buruh Korea (WPK) di Pyongyang. Parade militer itu sekaligus merayakan ulang tahun ke-70 WPK. Jet-jet tempur terbang dalam formasi '70', menjadi tontonan aktraktif bagi para pejabat asing, media, dan wisatawan yang diundang pemerintah ke perayaan tersebut. Lapangan Kim Il-sung bak lautan warna, puluhan ribu laki-laki dan perempuan melambaikan bunga dan bendera negara. "Hidup Partai Buruh Korea yang tidak terkalahkan," demikian kata yang terpampang di salah satu spanduk besar.

Mengenakan setelan tradisional ala Mao, pemimpin Korut Kim Jong-un menerima penghormatan dari seorang komandan garda kehormatan sebelum memeriksa tentara. "Partai kita dengan percaya diri menyatakan bahwa persenjataan revolusioner kita dapat menangani segala jenis perang imperialis Amerika Serikat (AS) dan kami sepenuhnya siap untuk terus-menerus mempertahankan negara dan kesejahteraan rakyat," tegas Kim. Kim menggunakan sebagian besar pidatonya untuk menekankan kesatuan antara 24 juta penduduk Korut dan Partai Buruh Korea, yang telah berada di bawah kendali Dinasti Kim sejak pembentukannya pada 1945. Pemimpin tertinggi Korut tersebut kemudian memuji rakyat dengan menyebut mereka sebagai 'sumber keajaiban'. Rakyat, kata dia, telah memungkinkan negara mengubah diri dari bangsa terbelakang menjadi apa yang disebut sebagai 'negara sosialis kuat yang independen dan mandiri dalam pertahanan'. "Partai Buruh Korea ialah pihak tidak terkalahkan yang membentuk satu kesatuan yang utuh dengan rakyat," tegas Kim.

Pamer kekuatan
Korut dikenal gemar pamer kekuatan senjata dan sebelumnya telah membuat banyak ancaman. Kata-kata intimidasi tentang AS dan Korea Selatan (Korsel) banyak dilontarkan oleh pemerintah Kim. Negara yang terisolasi dari dunia internasional itu ini telah melancarkan tiga tes nuklir dan mengancam akan melakukan yang keempat sebagai bagian dari program senjata nuklir dan rudal. Sejumlah delegasi Tiongkok yang dipimpin Liu Yunshan, salah satu pemimpin utama Partai Komunis China, dilaporkan bertemu Kim dan menyampaikan pesan dari Presiden Xi Jinping. Hal itu dikonfirmasi media Korut, KCNA.

Bagi para pengamat internasional, ajang itu bisa menjadi kajian untuk melihat siapa saja yang bertemu Kim atau yang muncul di hadapannya. Dengan begitu, mereka bisa menentukan orang-orang yang masuk dalam lingkaran inti kekuasaan Korut. Parade juga bisa menjadi bahan kajian soal jenis perangkat keras militer apa saja yang dikerahkan Pyongyang. Dengan begitu, bisa diprediksi apakah kepemimpinan Korut akan melakukan pengujian senjata di masa depan. Persiapan untuk ulang tahun Partai Buruh Korea telah dimulai pada awal Mei, ketika gambar satelit yang diambil menunjukkan sekitar 45 tenda di bekas pangkalan udara Pyongyang, menurut sebuah analisis yang diposting di laman daring 38 North.
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya