Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA ledakan bom mengguncang sebuah persimpangan jalan di pusat Ankara, ibu kota Turki, kemarin pagi.
Kementerian Dalam Negeri Turki mengungkapkan ledakan tersebut menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai 126 lainnya.
Media lokal, Dogan, seperti dilansir Aljazeera, melaporkan ledakan terjadi selang beberapa menit. Ledakan pertama terjadi pada sekitar pukul 10.00 waktu setempat.
Ledakan itu terjadi di dekat sebuah stasiun kereta yang dijadikan titik berkumpul massa yang akan menggelar aksi unjuk rasa damai untuk memprotes konflik antara militer pemerintah dan kelompok pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di tenggara negara itu.
Aksi damai tersebut digagas dan diselenggarakan oleh kelompok sayap kiri Turki atau simpatisan Partai Demokrasi Rakyat (HDP).
Saksi mata mengatakan beberapa tubuh terlihat tergeletak di tanah di depan stasiun di Hipodrum Street.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mendetail mengenai ledakan itu dan belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.
Presiden Recep Tayyip Erdogan memangkas agendanya di Istanbul untuk segera kembali ke Ankara. Erdogan mengutuk keras pengeboman itu. Namun, ia menghimbau warganya tenang dan menjaga kerukunan.
Kementerian Dalam Negeri pun mengutuk serangan itu dan menyebutnya target aksi tersebut ialah demokrasi dan perdamaian Turki.
Perdana Menteri Ahmet Davutoglu meminta pertemuan keamanan darurat untuk membahas serangan tersebut.
Kantor Davutoglu pun menangguhkan program kampanye pemilihannya untuk tiga hari ke depan.
Pemimpin Partai HDP Selahattin Demirtas menyatakan sejumlah anggota partainya ada yang menjadi korban. "Ada puluhan orang tewas dan ratusan luka-luka.
Beberapa teman kami berada dalam kondisi serius," ujarnya.
Demirtas menyalahkan pihak yang ia sebut 'mafia negara' sebagai dalang di balik dua serangan mematikan itu.
"Kita dihadapkan dengan pembantaian besar. Serangan kejam dan barbar telah dilancarkan."
"Kita dihadapkan keadaan sebuah sitausi pembantaian yang telah berubah menjadi mafia dan sebuah keadaan mentalitas negara yang bertindak seperti seorang pembunuh berantai," tambahnya.
Di tempat terpisah, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini menyerukan Turki untuk bersatu melawan teroris dan semua ancaman terhadap negara.
Peledakan bom itu menambah rentetan serangan di negara itu.
Pada Juli lalu, sebuah bom bunuh diri yang dituduhkan pada kelompok Islamic State (IS) menewaskan 33 orang di sebuah kota dekat perbatasan Turki-Suriah.
Sebelumnya kelompok militan sayap kiri juga telah melakukan aksi bom bunuh diri di Turki.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved