Terinspirasi Kondisi Migran, Foto Fesyen Dikritik

AFP/Donny Andhika AM/I-2
10/10/2015 00:00
Terinspirasi Kondisi Migran, Foto Fesyen Dikritik
(DOK MIRROR)
MAKSUD hati menggambarkan kondisi krisis migran di Eropa dari sudut pandang berbeda, seorang fotografer fesyen Hongaria justru menuai kritik.

Norbert Baksa, fotografer fesyen itu, dicaci maki di media sosial setelah memublikasikan foto yang terinspirasi kondisi migran yang mencari suaka di Eropa.

"Meski berniat baik, banyak yang menganggap foto-foto itu menyinggung," kata Baksa seperti dikutip dari BBC.

Serial foto bertajuk Der Migran milik Baksa menunjukkan seorang perempuan sedang melawan polisi.

Ada juga foto yang menggambarkan seorang migran perempuan sedang selfie di sebelah pagar kawat berduri.

Foto-foto yang diperankan model profesional itu dianggap melebih-lebihkan nasib para migran.

Foto-foto itu dipublikasikan melalui laman daring pribadi Baksa.

"Saya mendapatkan banyak respons negatif sejak penerbitan seri foto Der Migran. Namun, semakin banyak orang yang menangkap pesan di balik foto dan setuju dengan konsepnya," kilah Baksa.

Kritik dan cercaan emosional terus mengalir terhadap karya Baksa. Karena itu, dia mencabut serial foto itu dari situsnya.

"Karena situasi yang terus memanas, saya memutuskan menghapus seri foto itu," kata Baksa.

Sebelumnya, Baksa mengatakan tidak bermaksud menyinggung siapa pun melalui fotonya.

Ia hanya ingin mereplikasi foto-foto migran yang sudah muncul di berbagai media massa.

Foto-foto migran yang putus asa setelah melarikan diri dari perang sipil di Suriah, memanjat pagar, berusaha menghindari polisi, dan beristirahat di ladang hampir menghiasi seluruh halaman media massa di seluruh dunia.

Hal itu direplikasikan Baksa untuk menunjukkan dua sisi dalam pemberitaan krisis migran di media massa.

"Foto-foto ini bertujuan menunjukkan bahwa kita tidak dapat membuat penilaian yang jelas tentang masalah ini. Apakah Anda melihat migran sebagai keluarga pengungsi yang melarikan diri atau sebagai sekumpulan orang yang agresif? Penilaian itu bergantung pada media mana yang kita baca atau tonton. Selalu ada sisi lain cerita. Itulah yang ingin saya katakan. Jangan menilai informasi secara parsial," kata Baksa.

Dalam pernyataan di laman daringnya, Baksa mengatakan ia ingin khalayak melihat seorang wanita yang menderita.

Namun, meski situasi tidak baik, wanita itu memiliki pakaian berkualitas tinggi dan smartphone.

Foto fesyen kontroversial bukan hanya kali ini terjadi.

Pada 2014, fotografer India Raj Shteye menyebabkan kemarahan publik setelah menunjukkan foto seorang model perempuan meronta melawan dua pria di bus.

Konsep foto itu mengingatkan publik pada pemerkosaan brutal dan pembunuhan seorang mahasiswa di bus di Delhi pada 2012.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya