Kelompok Sipil Tunisia Raih Nobel Perdamaian

AFP/Fox/X-5
10/10/2015 00:00
Kelompok Sipil Tunisia Raih Nobel Perdamaian
(Sumber: Nobelprize.org/L-1)

EMPAT kelompok sipil Tunisia memenangi Hadiah Nobel Perdamaian 2015 atas upaya mereka membantu menciptakan demokrasi pada saat negara berada di bawah ancaman kekerasan saat Arab Spring terjadi.

Keempat kelompok yang kerap disebut sebagai Kuartet Dialog Nasional tersebut ialah Serikat Buruh; Konfederasi Industri, Perdagangan, dan Kerajinan Tangan; Perkumpulan Hak Asasi Manusia; dan Perhimpunan Advokat Tunisia.

Kuartet itu dinilai berhasil membawa Tunisia menjadi satu-satunya negara berkonflik yang mampu melalui transisi demokrasi.

"Komite mengakui kontribusi penting keempatnya dalam membangun demokrasi pluralistis di Tunisia pascarevolusi 2011," kata anggota Komite Nobel Kaci Kullmann Five.

Komite Nobel berharap penghargaan itu dapat memberikan dorongan untuk menjaga demokrasi di Tunisia dan menjadi inspirasi bagi semua orang yang mempromosikan perdamaian dan demokrasi di Timur Tengah, Afrika Utara, dan seluruh dunia.

Sepak terjang Kuartet Dialog Nasional mencuat pada 2014 ketika keempat kelompok masyarakat sipil tersebut memaksa lebih dari dua lusin partai politik berdialog dan disiarkan secara langsung oleh televisi.

Setelah 3 jam berdialog, kuartet tersebut berhasil memaksa kelompok-kelompok politik Tunisia mencapai kesepakatan tentang masa depan dan demokrasi di Tunisia.

Stabilitas politik yang diinisiasi keempatnya mampu mengeliminasi potensi perang saudara di Tunisia.

Saat menanggapi penghargaan itu, Sekretaris Jenderal Serikat Buruh Tunisia Houcine Abassi, yang merupakan bagian dari Kuartet Dialog Nasional, mengatakan, "Upaya generasi muda kita telah memungkinkan negara ini untuk mengubah halaman kediktatoran."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya