Malaysia Siap Gelar Demo Kecam Myanmar

AFP/Ire/I-2
30/11/2016 07:16
Malaysia Siap Gelar Demo Kecam Myanmar
(Deputi PM Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi. -- AP Photo/Jason DeCrow)

PERDANA Menteri (PM) Malaysia Najib Razak akan berpartisipasi dalam unjuk rasa yang memprotes kekerasan berdarah terhadap warga muslim Rohingya di Myanmar. Seorang pejabat dari Kantor Perdana Menteri mengatakan hal itu, kemarin.

Aksi unjuk rasa yang akan dilaksanakan pada Minggu (4/12) tersebut belum menentukan lokasi. Pejabat itu mengatakan politisi, lembaga swadaya masyarakat, dan pihak yang menyoroti isu muslim Rohingya akan turut hadir.

Pada Jumat (25/11) lalu, pemerintah Malaysia telah memanggil Duta Besar Myanmar. Pada hari yang sama, sekitar 500 warga Malaysia dan Rohingya berunjuk rasa dari sebuah masjid di Kuala Lumpur menuju Gedung Kedutaan Besar Myanmar kendati hujan deras. Mereka membawa spanduk mengecam genosida Rakhine.

Pekan lalu, kabinet Malaysia yang mayoritas muslim turut memberi pernyataan yang mengacam ke­kerasan terhadap muslim Rohingya. Kritik keras ditujukan kepada ASEAN yang beranggotakan 10 negara karena tidak memiliki kebijakan untuk mengintervensi anggota mereka.

“Pertemuan besar pada 4 Desember ialah untuk mengungkapkan keprihatinan kami atas kekerasan terhadap Rohingya,” ungkap Deputi Perdana Menteri Zahid Hamidi kepada Malay Mail Online.

Analis politik dari National University Singapura, Chong Ja Ian, mengatakan kemunculan Najib dalam unjuk rasa nanti dinilai ‘aneh’. “Selama krisis migran tahun lalu, ada kritikan tapi tidak sampai tingkat ini,” kata Chong.

Pakar politik Malaysia dari Universitas Ipek Turki, Bridget Welsh, menilai keterlibatan politisi Malaysia sebagai ‘latihan politik murni’.

“Para pemimpin ini berupaya mati-matian untuk menunjukkan identitas Islam mereka karena mereka kehilangan legitimasi moral di negara mereka,” tuturnya.

Pada tahun lalu, ditemukan kamp perdagangan manusia yang di lokasi tersebut terdapat puluhan kuburan. Kuburan itu pertama kali ditemukan di Thailand dan selunjutnya ditemukan di daerah perbatasan Malaysia.
Kamp yang berada di daerah perbatasan kedua negara itu diduga kuat menjadi lokasi untuk menyeludupkan sejumlah besar warga Rohingya miskin yang ingin meninggalkan Myanmar untuk memasuki Malaysia.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan pemerintah Myanmar melakukan genosida terhadap etnik Rohingya. (AFP/Ire/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya