Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
"KETIKA Fidel berbicara padamu, dia bicara sangat dekat. Dia memandang langsung ke matamu lekat-lekat.” Begitulah pengakuan Marita Lorenz, perempuan Jerman yang mengaku disewa Central Intelligence Agency (CIA) untuk menghabisi Fidel Castro pada 1959--tak lama setelah Castro merebut kekuasaan di Kuba.
Alih-alih menjalankan misi pembunuhan, Lorenz malah jatuh hati pada karisma sang pemimpin gerilyawan yang berusia 33 tahun saat itu. Lorenz ‘kehilangan akal sehatnya’ sehingga dengan cepat membuang kapsul berisi racun ke dalam toilet, lalu menghabiskan malam yang romantis bersama Castro.
“Saya waktu itu 19 tahun. Tak ada yang pernah membuat saya merasa seperti itu. Dia yang termanis dan terlembut. Dia menjadi cinta pertama saya dan saya kira tak ada orang yang bisa lupa dengan cinta pertama mereka,” ujar Lorenz mengenang malam yang seharusnya jadi malam pembunuhan ikon Marxisme yang disebut ‘lelaki pecinta wanita’ itu.
Ya. Castro memang tidak hanya dikenal sebagai tokoh pemimpin revolusioner Kuba yang karismatik dan keras kepala menjalani perjuangnya di bawah ideologi komunis. Castro juga dikenal sebagai pria yang memiliki hubungan dengan banyak perempuan bahkan dikabarkan mencapai ribuan. The New York Post pada 2008 menyebut 35 ribu perempuan pernah dekat dengan Castro.
Bahkan, jauh sebelum menduduki kursi presiden Kuba melalui revolusi pada 1959, Castro dikabarkan sudah hidup bersama banyak perempuan saat bergerilya di hutan dan pegunungan Kuba. Kisah Castro dengan banyak perempuan itu makin menjadi-jadi saat dia berhasil mengambil alih pemerintahan hingga berkuasa selama lima dekade, bahkan hingga ia berusia 90 tahun menjelang kematiannya.
Wartawan Ann Louise Bardach menulis dalam sebuah buku pada 2009 bahwa Castro memiliki banyak anak hingga mencapai ‘satu suku’. Para ahli sejarah mengatakan Castro memiliki setidaknya tujuh anak dari tiga perempuan. “Saya menolak mencampuradukkan keluarga dengan politik,” kata Castro dalam sebuah film dokumenter karya Oliver Stone pada 2003.
Tak pernah ada bukti atas segala kisah Castro dan perempuan-perempuannya. Agak sulit memisahkan fakta dan legenda jika menyangkut kisah cinta sang ‘El Comandante’ yang enggan diekspos. “Kehidupan pribadi, menurut pendapat saya, tidak boleh jadi instrumen publisitas atau politik,” tegas Castro pada 1992. (AFP/Thomas Harming Suwarta/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved