Bom Rumah Sakit, AS Mengaku Salah

AFP/Fox/I-2
08/10/2015 00:00
Bom Rumah Sakit, AS Mengaku Salah
(AP)
KOMANDAN pasukan internasional Amerika Serikat di Afghanistan mengakui serangan udara terhadap sebuah rumah sakit di Kota Kunduz, Afghanistan, merupakan sebuah kesalahan. Jenderal John Campbell mengatakan AS tidak pernah sengaja menargetkan fasilitas medis yang dilindungi. Setidaknya 22 orang tewas dalam serangan udara dalam upaya merebut kembali Kota Kunduz dari Taliban. Dalam kesaksian di depan Senat Komite Angkatan Bersenjata di Washington, AS, Campbell mengatakan, "Agar semuanya jelas, keputusan memberikan dukungan serangan udara merupakan keputusan militer AS dan dibuat dalam rantai komando.

"Atas insiden yang terjadi, badan amal Doctors without Borders (MSF) menuntut pembukaan fakta penyelidikan internasional terhadap serangan udara mematikan tersebut. "Kami tidak bisa memercayai hasil penyelidikan internal militer," kata pemimpin lembaga MSF Joanne Liu kepada wartawan. Ia berkeras bahwa tim gabungan pencari fakta internasional harus menangani penyelidikan serangan terhadap rumah sakit tersebut. "Ini bukan hanya serangan terhadap rumah sakit. Itu merupakan serangan terhadap Konvensi Jenewa. Insiden ini tidak bisa ditoleransi," kata Liu. MSF menyebut serangan udara AS terhadap rumah sakit sebagai bentuk kejahatan perang. Organisasi amal tersebut kini menarik diri dari Kunduz.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya