ARMADA jet tempur Rusia, Rabu (7/10), melancarkan serangÂan udara intensif di dua provinsi Suriah dan di saat bersamaan, pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad juga meluncurkan serangan darat secara simultan menargetkan para pemberontak untuk pertama kalinya.
Lembaga Observatorium Hak Asasi Manusia untuk Suriah (SOHR) melaporkan sejumlah pesawat Rusia, seperti Su-34, Su-24M, dan Su-25, menggempur setidaknya empat lokasi di Provinsi Hama dan tiga lokasi di Provinsi Idlib.
SOHR yang berbasis di Inggris dan memiliki jaringan telik sandi di lapangan menyatakan serangan Rusia dan tentara rezim itu menimbulkan korban sipil. Sedikitnya empat orang tewas dan puluhan luka-luka akibat serangan itu. Jumlah korban tewas pun diperkirakan meningkat.
Menurut SOHR, serangan dilakukan pada Selasa (6/10) lepas malam dan Rabu (7/10) dini hari. Selain menyebut bahwa serangan 'lebih intens daripada biasanya', lembaga itu juga melaporkan ada serangan terjadi di Aleppo, barat laut Suriah. "Untuk pertama kalinya, serangan-serangan diikuti dengan pertempuran di darat antara pasukan rezim dan pemberontak," ungkap Direktur SOHR, Rami Abdel Rahman.
Rami menambahkan bentrokan bersenjata yang telah terjadi di Provinsi Hama dimulai ketika pasukan rezim, termasuk milisi propemerintah, menyerang pemberontak dan pesawat Rusia melakukan serangÂan udara berskala besar.
Ahmad al-Ahmad, aktivis yang berada di Idlib, menyatakan tentara pemerintah secara simultan dan intensif membombardir beberapa wilayah Suriah bagian tengah setelah pemberontak menyerang sebuah pos militer dan menghancurkan tank.
Rusia siap koordinasi Moskow menegaskan bahwa target serangan mereka ialah kelompok ekstremis Islamic State (IS). Namun, aliansi pimpinan Amerika Serikat (AS) dan faksi penentang pemerintahan Al-Assad menuding serangan udara Kremlin justru menargetkan faksi-faksi pemberontak yang disokong Barat dan malah memperkuat posisi IS.
Pada Selasa (6/10) malam, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah melakukan serangan udara di 12 target IS sepanjang hari tersebut, termasuk sekitar kota timur Deir Ezzor dan Provinsi Idlib, Damaskus, juga Latakia.
Kemarin, Rusia juga menyatakan pihaknya bisa saja mengimplementasikan proposal AS agar Rusia melakukan koordinasi serangan dengan koalisi pimpinan AS. Tujuannya, meminimalisasi risiko.
"Kementerian Pertahanan Rusia telah merespons permintaan Pentagon dan sedang mempertimbangkan dengan serius proposal AS soal koordinasi operasi," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, sebagaimana dikutip kantor berita Rusia. Pada dasarnya, imbuh Konashenkov, proposal AS itu bisa saja diwujudkan.
Pejabat Rusia dan AS memang telah melakukan perundingan pada pekan lalu, sesuai dengan permintaan Rusia.
Mereka membicarakan mekanisme operasi guna mengelakkan kecelakaan yang mungkin terjadi pada rute terbang jet-jet tempur di wilayah udara Suriah. (AFP/Aljazeera/CNN/I-1)