Kagum akan Toleransi Beragama di Indonesia

08/10/2015 00:00
Kagum akan Toleransi Beragama di Indonesia
(MI/ATET DWI PRAMADIA)
KUNJUNGAN seorang Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air ternyata tidak melulu terkait dengan kerja sama di bidang pertanian atau pemberantasan penangkapan ilegal ikan. Nyatanya, Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air Australia Barnaby Joyce, kemarin, menyempatkan diri berkunjung ke dua tempat ibadah di Indonesia, Masjid Istiqlal dan Gereja Katolik Katedral.

Saat datang bersama 10 delegasi dan didampingi Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson, Joyce memakai setelan jas hitam. Wajahnya yang putih memerah karena terpapar panas sinar matahari. Namun, hal itu tidak mengurangi antusiasmenya menjelajah Istiqlal dan Katedral.

Kedatangan Joyce disambut Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Mubarok. Dengan bertelanjang kaki, Joyce menelusuri ruangan dan mendengar penjelasan mengenai bangunan itu dari Mubarok.

Seperti halnya petinggi negara lainnya yang pernah datang ke Istiqlal, Joyce juga diberi kesempatan memukul bedug yang panjangnya 3 meter dengan berat 2,30 ton.

Pandangan mata Joyce tidak lepas dari langit-langit Masjid serta jemaah yang tengah salat Ashar.

"Saya harus mengakui saya kagum ketika memasuki pusat masjid dan saya sangat menghargai Anda (Mubarok) menceritakan beberapa hal yang berasal dari Alquran," kata Joyce.

Ketika beranjak dari Istiqlal, Joyce dan rombongan beralih ke Katedral yang terletak tepat di seberang Istiqlal. Merah di wajah Joyce padam sesaat setelah menyentuh air suci sebelum masuk gereja.

Joyce disambut hangat oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Romo Samuel Pangestu Pr yang didampingi Sekretaris KAJ Romo Adi Prasojo, Pr. Ia mengaku takjub melihat gereja yang telah berusia 114 tahun itu masih berdiri gagah.

"Pasti Anda sangat bangga memiliki gereja seperti ini," ujar Joyce.

Joyce juga mengaku sangat kagum dengan toleransi di Indonesia setelah  diberi tahu bahwa tiap Natal atau Paskah Katedral harus mendirikan tenda tambahan karena jemaat bisa mencapai 4.000 orang. Para jemaat kemudian dipersilakan memarkir kendaraan mereka di halaman Istiqlal.

Di bagian depan gereja, setelah bersenda gurau dan berbincang dengan Romo Samuel, Joyce menyempatkan untuk duduk sejenak di bangku jemaat.

Pria yang telah menjabat menteri pertanian sejak 2013 itu kemudian menyatukan dua tangan dan berdoa sebelum menuju ruang museum Katedral didampingi oleh Ketua Museum Katedral Susyana Suwadie.

Untuk menghargai kedatangan Joyce ke Katedral, Romo Samuel memberikan sebuah kain batik untuk Joyce.

"Terima kasih banyak. Saya akan memberikannya untuk istri saya," kata Joyce disambut tawa seluruh tamu di ruang museum. Pukul 16.30, mobil berplat CD 18 D1 yang membawa Joyce meninggalkan Gereja Katedral. (Yanurisa Ananta/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya