Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Filipina meluncurkan serangan besar-besaran terhadap kelompok militan Maute, kelompok pelaku pengeboman di Kota Davao bulan lalu, yang menewaskan 15 orang, sejak Sabtu (26/11).
Sekitar 100 anggota kelompok tersebut kemarin terkepung di Kota Butig, kota di pedalaman pegunungan Mindanao, Filipina Selatan.
Militer menembakkan artileri ke posisi kelompok tersebut yang bersembunyi di balai kota yang tidak terpakai.
Suara tembakan mortir terdengar hingga kejauhan.
Sebuah helikopter tempur MG-520 terbang mengelilingi wilayah itu.
"Angkatan bersenjata Filipina telah melancarkan operasi untuk mengejar para pemimpin Maute," ujar juru bicara militer Filipina Brigadir Jenderal Restituto Padilla, kemarin.
Padilla dengan mengutip sumber intelijen mengatakan 11 militen tewas dan 5 lainnya terluka serta 2 tentara terluka akibat bentrokan tersebut.
Namun, mayat mereka belum ditemukan.
Di pihak militer, dua orang terluka dalam pertempuran.
Warga Kota Butig yang berpenduduk 17 ribu jiwa sebagian besar telah pergi menyelamatkan diri setelah kelompok yang mengklaim sebagai pengikut Islamic State itu bersembunyi di balai kota.
Mereka mengungsi ke pusat-pusat evakuasi di kota terdekat atau di tempat kerabat mereka setelah kelompok itu memasuki kota.
"Kami tidak bisa melawan Maute hanya dengan 20 polisi," papar Wali Kota Butig Dimnatang Pansar, sambil menyerukan pengiriman militer tambahan.
Kendaraan militer dan para penembak jitu juga disebar di seluruh jalan di kota itu untuk menghambat kelompok itu kabur dari posisi mereka.
Sejumlah laporan dari wartawan yang berada di Butig juga mengatakan bahwa militer telah memperoleh foto yang menunjukkan kelompok Maute mengibarkan bendera hitam ciri khas IS di atas gedung yang telah mereka kuasai.
Juru bicara militer lainnya, Kolonel Edgard Arevalo, mengatakan aksi pengibaran bendera tersebut telah diperkirakan sebelumnya.
"Mereka telah lama mengaku setia kepada kelompok teror asing. Ini masih merupakan bagian dari agenda kelompok Maute mencari dukungan dan mendorong individu yang berpikiran sama untuk mendukung IS," ujar Arevalo dalam sebuah pernyataan.
Menurut sebuah sumber militer, dalam pertempuran terakhir, anggota kelompok ini terlihat membawa bendera hitam IS dan kain berlambang lencana jihadis telah ditemukan di markas mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved