USIA Republic of China (Taiwan) yang menginjak 104 tahun menjadi momen penting bagi Taiwan untuk berperan dalam melawan pemanasan global. Salah satunya dilakukan lewat pemangkasan jumlah emisi karbon dengan merampungkan Undang-Undang Greenhouse Gas Emission Reduction and Management Act (UU Aksi Manajemen dan Pengurangan Gas Emisi) pada Juni 2015. UU yang diumumkan oleh Presiden Ma Ying-jeou 1 Juli lalu bertujuan mengurangi level emisi karbon hingga setara dengan setengah jumlah emisi di 2005 yang ditargetkan tercapai pada 2050 mendatang. Melanjutkan semangat yang sama, bulan September lalu, Taiwan berkomitmen melalui Intended Nationally Determined Contribution (INDC) dalam rangka memangkas jumlah emisi hingga 50% dari level industri rata-rata (business as usual/BAU) untuk 2030 menjadi 214 juta ton atau 20% lebih rendah dibanding level 2005.
Hal lain yang menjadi sorotan adalah inisiatif Taiwan dalam pengembangan kain berteknologi tinggi dan barang lainnya seperti bubuk kopi dan mendaur ulang botol-botol polietilena tereftalat (PET). Permintaan akan produk ini sangat tinggi setelah digandeng oleh merek internasional. Beberapa tim dalam piala dunia tahun 2014 (Fifa World Cups) menggunakan kaus yang dibuat di Taiwan dengan bahan dasar kain berteknologi PET. Pemikiran maju ini tentu sangat menguntungkan. Selain itu, instalasi sedang berlangsung dengan turbin angin di sepanjang pantai barat Taiwan dan panel atap surya untuk keperluan bisnis, rumah tangga dan fasilitas publik. Prioritas utama juga ditujukan pada pengembangan fasilitas bertenaga panas bumi (geotermal) dan sumber energi yang terbarukan lainnya. Pada 2014, listrik yang dihasilkan dari energi terbarukan mencapai 99.000 megawatt atau setara dengan pemangkasan 5,16 juta ton emisi.
Dalam tanggung jawabnya sebagai komunitas internasional, Taiwan juga mengganti lampu jalan dengan menggunakan lampu LED dan memberikan subsidi untuk pengembangan dan penggunakan kendaraan bertenaga listrik. Untuk itu, Taiwan siap, berkemauan dan mampu untuk secara langsung berpartisipasi dalam proses dan negosiasi yang relevan dengan Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC). Hanya dengan saling bekerjasama dengan negara di seluruh dunia, Taiwan bisa berbagi pengalaman dan belajar dari negara lain dalam upaya membangun masa depan hijau yang berkelanjutan.