Membina Perdamaian dan Kemakmuran Abad 21

RO/Aya/S-25
07/10/2015 00:00
Membina Perdamaian dan Kemakmuran Abad 21
(Dok TETO)
PADA 10 Oktober 2015, Republic of China (Taiwan) merayakan hari ulang tahun ke- 104. Salah satu negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia itu memanfaatkan momentum ini terus meningkatkan hubungannya dengan masyarakat dunia. Diplomasi yang nyata bagi Taiwan adalah dengan memberikan manfaat nyata bagi Republic of China (Taiwan) dan komunitas global.

Citacita mewujudkan diplomasi nyata menjadi alasan utama perubahan ini. Sebagai penyokong perdamaian dunia dan penyedia bantuan kemanusiaan, Taiwan berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan terkait penguatan kebudayaan, ekonomi dan pertukaran perdagangan. Langkah awal yang dilakukan Taiwan adalah memperbaiki relasi dengan Tiongkok. Awal Juni 2008, baik Taiwan dan Tiongkok telah melanjutkan pembicaraan kelembagaan setelah absen berpuluh tahun lamanya. Dari 11 pembicaraan, keduanya telah menghasilkan 23 kesepakatan, salah satunya dengan dibukanya jalur penerbangan langsung di Selat Taiwan pada Juli di tahun yang sama. Kini, sebanyak 840 penerbangan tanpa henti dibuka setiap minggunya.

Perkembangan ini tentu meningkatkan pertukaran individu antara kedua negara. Adapun jumlah wisatawan dari Tiongkok dan siswa yang mengunjungi Taiwan dari 2007 hingga 2014, meningkat 16 kali lipat dan 40 kali lipat, hampir 4 juta wisatawan dan lebih dari 33.000 siswa. Terobosan-terobosan tersebut bisa dijadikan akses menuju diplomasi yang nyata. Sebanyak 148 negara dan teritoris menawarkan pemegang paspor di Republic of China (Taiwan) untuk bebas visa serta berbagai kemudahan lainnya. Angka ini naik dari sebelumnya yang hanya 54 negara pada 2008.

Presiden Ma Ying-jeou telah melakukan perjalanan 11 kali sejak menjabat sebagai Presiden. Ia mengunjungi tiap-tiap negara yang memiliki hubungan diplomatik setidaknya sekali dan Taiwan juga telah melaksanakan program working holiday di 13 negara untuk memperkuat pertukaran individu.

Inisiatif Perdamaian Laut Cina Timur dan Selatan adalah hasil lain dari diplomasi yang nyata. Hal ini diajukan oleh Taiwan sebagai jalan agar semua pihak bisa berpartisipasi dalam menyelesaikan sengketa, melanjutkan perdamaian dan hubungan timbal balik serta mempromosikan kerjasama eksplorasi dan pengembangan. Kesepakatan perikanan antara Taiwan-Jepang pada 2013 telah menyelesaikan sengketa perikanan yang berlangsung antara keduanya selama 40 tahun. Bagi Taiwan, diplomasi yang nyata artinya juga membantu menjaga stabilitas dan keamanan kawasan, juga mendirikan fondasi untuk keterlibatan Taiwan di dunia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya