Hadiah Nobel untuk Penemu Massa dalam Neutrino

Guardian/Fox/X-5
07/10/2015 00:00
Hadiah Nobel untuk Penemu Massa dalam Neutrino
(Sumber: AFP/Tim MI/Grt/Foto: AP)

TAKAAKI Kajita dari Universitas Tokyo (Jepang) dan Arthur B McDonald dari Universitas Queen (Kanada) memenangi Hadiah Nobel Bidang Fisika 2015 atas temuan mereka terkait dengan massa dalam neutrino.

Neutrino adalah partikel subatom yang selalu berubah wujud dan mampu membawa cahaya ke Bumi. Keberadaan neutrino sebenarnya sudah diprediksi sejak 1930. Selama beberapa dekade, neutrino dianggap tidak memiliki massa karena tidak membawa muatan listrik dan memiliki bobot yang ringan. Namun, hal tersebut terbantahkan melalui dua penelitian terpisah oleh Kajita dan McDonald.

"Penghargaan tahun ini jatuh kepada penemuan tentang perubahan identitas di antara beberapa partikel yang melimpah di alam semesta," kata Sekretaris Tetap Royal Swedish Academy of Sciences, Goran K Hansson, dalam konferensi pers di Stockholm, Swedia, kemarin.

Kajita merupakan bagian dari tim peneliti yang pada 1998 mengumumkan telah menemukan adanya massa dalam partikel misterius bernama neutrino. Kajita mengonfirmasi temuan itu di Super-Kamiokande, sebuah fasilitas penelitian yang berada di dalam tambang. Menurut penelitian Kajita saat itu, neutrino memiliki tiga 'rasa' (wujud).

Sementara itu, pada 1999, McDonald mengumumkan mampu menangkap neutrino pertama menggunakan detektor supersensitif pada kedalaman 6.800 kaki di bawah tanah, di Sudbury Neutrino Observatory, bagian dari Universitas Queen di Kingston, Ontario, Kanada.

Kedua fisikawan itu dinilai mampu membuktikan bahwa neutrino, yang ditemukan dalam tiga wujud, bisa berosilasi dari satu wujud ke wujud lainnya tanpa kekurangan massa.

Saat menanggapi Hadiah Nobel yang diterimanya, Kajita mengatakan, "Ini sulit dipercaya." Sementara itu, McDonald mengaku, "Ini sebenarnya pengalaman yang sangat menakutkan." Kajita dan McDonald menyandingkan nama mereka dengan 199 penerima Hadiah Nobel lainnya sejak 1901, seperti Albert Einstein.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya