Banjir Terparah dalam Seribu Tahun

AFP/Pra/I-2
07/10/2015 00:00
Banjir Terparah dalam Seribu Tahun
(AP/TIM AYLEN)
BANJIR bandang yang melanda South Carolina, Amerika Serikat (AS), karena hujan deras yang terus mengguyur sejak Kamis (1/10) lalu merupakan yang terparah di wilayah pesisir timur 'Negeri Paman Sam' dalam kurun waktu seribu tahun terakhir. Menurut National Weather Service, curah hujan di South Carolina mencapai 36 cm selama 17 jam yang merupakan rekor baru untuk wilayah tersebut. "Ini bukan sekadar hujan dan dalam 24 jam masih berlangsung hingga hari-hari berikutnya. Ini adalah hujan paling parah yang terjadi dalam seribu tahun terakhir," ucap Gubernur South Carolina Nikky Haley.

Sebanyak 11 orang dilaporkan tewas dalam bencana dahsyat tersebut. "Tujuh orang tewas tenggelam, sedangkan empat lainnya tewas karena kecelakaan lalu lintas yang disebabkan cuaca buruk," ujar media setempat, Charleston Post and Courier. Akibat banjir tersebut, Haley mengatakan, 26 ribu orang tidak mendapatkan pasokan listrik dan 40 ribu warga tidak memiliki pasokan air bersih. "Persediaan air minum dinyatakan tidak aman karena kanal yang menyuplai air minum bocor sehingga terkontaminasi," ujar Haley. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, pemerintah telah menugasi pemadam kebakaran untuk memompa air bersih ke sistem perairan di wilayah tersebut. "Namun, warga tetap harus merebus airnya terlebih dulu sebelum diminum," lanjutnya.

Pemerintah juga mengimbau warga yang tinggal di gedung bertingkat untuk tidak keluar rumah karena bahaya korsleting dan ancaman bakteri. Sementara itu, bagi warga yang kehilangan tempat tinggal mereka, pemerintah bersama Palang Merah Internasional menyediakan 30 penampungan yang tersebar di  seluruh negara bagian. "Rumah, mobil, dan barang-barang kami lainnya, semua terendam air. Kami tidak punya waktu menyelamatkan apa pun," ujar Patricia Harde, warga South Carolina, yang mengungsi bersama dua anak dan empat cucunya.

Di sebuah sekolah yang disulap menjadi tempat penampungan sementara, wanita 48 tahun itu mengatakan ketinggian air sudah mencapai pinggangnya ketika ia meninggalkan rumahnya. "Saya mencoba mengambil barang-barang untuk cucu-cucu saya, tapi tidak bisa. Susu, popok, semua sudah terendam," lanjutnya. Hingga Senin (5/10), tercatat lebih dari 900 orang tengah berada di tempat pengungsian darurat. Sebanyak 550 jalan dan jembatan yang diterjang banjir juga tidak bisa digunakan. Presiden AS Barack Obama telah menandatangani deklarasi bencana pada Senin (5/10). Hal itu berarti bantuan federal kini tersedia bagi negara bagian tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya