Rusia berdalih bahwa jet tempur memasuki wilayah Turki disebabkan kondisi cuaca yang tidak kondusif. PAKTA Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Senin (5/10) waktu setempat, mengutuk jet tempur Rusia yang melanggar wilayah udara Turki. Sebelumnya, jet tempur angkatan udara Ankara mencegat jet tempur Moskow yang melintasi ke wilayah udara Turki dari Suriah. Aliansi yang beranggotakan 28 negara, termasuk Turki, itu mendesak Rusia untuk menghentikan serangan udara terhadap oposisi Suriah dan mengutamakan keselamatan sipil. NATO menegaskan jika Rusia melancarkan serangan gencar di wilayah Suriah, akan terjadi risiko lebih luas dan bahaya besar.
"(Kami) memprotes keras pelanggaran wilayah udara negara Turki dan mengutuk serangan tersebut dan merupakan pelanggaran terhadap wilayah udara NATO. (Kami) juga melihat bahaya ekstrem dari perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti itu," kata pejabat NATO setelah pertemuan mendadak. NATO langsung memanggil para duta besar dari 28 negara anggotanya untuk menggelar pertemuan darurat setelah beredar laporan terkait dengan pelanggaran udara yang dilakukan Rusia. Pertemuan itu menanggapi apa yang disebut Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sebagai 'pelanggaran yang tidak dapat diterima wilayah udara Turki'.
Lebih jauh, aliansi negara-negara sekutu Barat menyebut serangan Rusia di wilayah yang dikuasai pemberontak di barat laut Suriah menyebabkan jatuhnya korban sipil dan tidak menargetkan serangan ke basis kelompok Islamic State (IS) sebagaimana yang diklaim Moskow selama ini. Saat berbicara di Madrid, Spanyol, Menteri Pertahanan AS Ashton B Carter memperingatkan kampanye militer Rusia di Suriah hanya akan memperdalam konflik yang telah berlangsung.
Pentagon menyebut aksi Moskow 'ditakdirkan gagal' karena pada dasarnya ditujukan untuk menyokong rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad, bukan menggempur IS. "Langkah militer Rusia hanya akan menuangkan bensin pada perang sipil Suriah," tegas Carter. Sementara itu, Turki juga memperingatkan Moskow tentang serangan lebih lanjut setelah beberapa pesawat F-16 mencegat jet tempur Rusia yang terbang melalui wilayah udara Ankara dekat perbatasan Suriah pada akhir pekan.
Pejabat militer Turki mengatakan dua jet tempurnya juga 'diusik' jet MIG-29 yang tak dikenal di perbatasan Suriah. "Penerapan aturan kami jelas bagi siapa pun yang melanggar wilayah udara kami," ujar Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu. "Angkatan Bersenjata Turki sudah diperintahkan. Bahkan jika itu seekor burung terbang pun akan dicegat," tambahnya.
Kondisi cuaca Saat merespons kecaman NATO, Rusia menganggap remeh pelanggaran itu dan mengatakan salah satu pesawat mereka memasuki wilayah udara Turki hanya beberapa saat sebagai akibat dari 'kondisi cuaca yang tidak menguntungkan'. "Tidak perlu untuk mencari beberapa teori konspirasi," sebut pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia. Pejabat di Ankara, kemarin, mengatakan Turki telah memanggil duta besar Rusia untuk Ankara untuk kedua kalinya setelah pelanggaran baru ruang udara oleh pesawat perang Rusia. Turki memperingatkan utusan Rusia bahwa insiden serupa tidak boleh terjadi lagi. (AFP/I-3)