Kecelakaan Kereta, 100 Tewas

AFP/*/I-2
21/11/2016 07:25
Kecelakaan Kereta, 100 Tewas
(AFP/SANJAY KANOJIA)

SEBUAH kereta cepat tergelincir kemarin pagi dan menewaskan lebih dari 100 orang di India yang dikenal sebagai negara dengan tingkat kecelakaan kereta besar.

Para petugas penyelamat terus mencari korban yang masih hidup di antara gerbong yang hancur dalam insiden kecelakaan yang terjadi di Negera Bagian Uttar Pradesh tersebut.

Para penumpang yang masih shocked menceritakan kejadian.

Mereka mengaku terkejut dengan suara benturan luar biasa.

Dengan dirundung duka, mereka mencari sanak saudara mereka di antara gerbong yang terguling.

Bahkan satu keluarga yang tengah merayakan pesta pernikahan turut dalam kereta cepat nahas tersebut.

November di India dikenal sebagai musim pernikahan.

"Kami terbangun oleh suara gelegar pada pagi hari. Suasana gelap dalam gerbong dan suara jeritan yang memekakkan telinga," ujar seorang penumpang yang tengah menunggu sanak saudaranya kepada wartawan.

"Saya beruntung masih hidup dan selamat. Ini pengalaman yang hampir membuat saya nyaris meninggal," jelas penumpang yang wajahnya tampak pucat tersebut.

Sebelum kereta tergelincir, banyak penumpang tengah tidur dalam gerbong yang terdiri dari 14 gerbong.

Saat memasuki wilayah utara Kota Kanpur di Negara Bagian Uttar Pradesh, kereta tiba-tiba tergelincir dan oleng.

Kecelakaan kereta itu tergolong kecelakaan kereta terburuk di Negara Bagian Bengal sejak 2010.

Pada saat itu, sebanyak 146 dilaporkan tewas dan lebih dari 200 orang lainnya terluka.

"Jumlah korban yang tewas mencapai 100 orang sekarang," kata Daljit Singh Chawdhary, pejabat kepolisian setempat.

Ia menambahkan, sebanyak 150 orang luka dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Tayangan televisi menunjukkan para petugas penyelamat menggunakan mesin pemotong gas dan peralatan lainnya untuk membelah gerbong yang hancur.

Koper-koper penumpang tampak berserakan di mana-mana.

Melalui media sosial, Menteri Perkeretaan India Suresh Prabhu mengatakan pihaknya akan segera menyelidiki penyebab rel anjlok dan mengumumkan ganti rugi bagi para korban.

Jaringan kereta api India, salah satu yang terbesar di dunia.

Negara yang memiliki luas wilayah itu, penduduknya masih mengandalkan kereta sebagai alat transportasi utama.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengungkapkan rasa dukanya yang mendalam.

Ia mengaku sangat sedih dengan hilangnya banyak nyawa dalam kecelakaan terbaru tersebut.

Pada 2014, 27 orang tewas setelah dua kereta tergelincir di Negara Bagian Madhya Pradesh saat hujan lebat.

Pada tahun yang sama, kereta cepat menabrak kereta barang dan 26 orang tewas.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya