Malaysia Beli 4 Kapal Perang dari Tiongkok

MI
03/11/2016 08:17
Malaysia Beli 4 Kapal Perang dari Tiongkok
()

PERDANA Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengatakan negaranya akan membeli empat kapal perang dari Tiongkok sebagai tonggak dari kesepakatan pertahanan.

Pembelian kapal perang tersebut menunjukkan sinyalemen bahwa negeri jiran itu siap mengalihkan hubungan strategis dari Amerika Serikat (AS) ke Tiongkok.

Dengan kesepakatan itu, untuk pertama kalinya Malaysia membeli kapal perang dari Beijing. Pembelian itu hanya selang dua pekan setelah Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengumumkan 'perpisahan' dengan AS saat kunjungan ke Tiongkok.

Dalam kesepakatan itu, dua dari kapal perang akan dibangun di Malaysia dan dua kapal perang lainnya di Tiongkok. Pernyataan Najib itu dilaporkan media Tiongkok.

"Saya menyebut ini adalah keputusan yang penting karena sebelum ini kami tidak membeli kapal tempur itu dari Tiongkok," ucap Najib setelah berbicara dengan PM Tiongkok Li Keqiang pada Selasa (2/11) kepada surat kabar <>The Star.

Selama ini, Malaysia memiliki sejarah bahwa sebagian besar perlengkapan militer utama mereka berasal dari AS, Rusia, dan negara-negara Eropa.

Para analis mengatakan kesepakatan tersebut menjadi tanda kemunduran bagi poros Washington-Asia Pasifik. Sebaliknya, hubungan diplomatik ASEAN dan Tiongkok semakin meningkat.

Kendati bersengketa wilayah dengan Tiongkok di Laut China Selatan, negara-negara ASEAN dinilai lebih memilih hubungan diplomatik yang menguntungkan secara ekonomi daripada blok politik.

"Ini adalah norma kawasan yang baru. Sekarang Tiongkok mengimplementasikan kekuasaan mereka dan AS tengah dalam kemunduran," kata analis Asia Tenggara, Bridget Welsh.

Pakar dari Akademi Sains Sosial Guangxi, Tiongkok, kepada Global Time mengungkapkan, "Situasi dip-lomasi Asia Tenggara telah berganti mengarah ke Tiongkok mengikuti beberapa kunjungan Presiden Fili-pina Rodrigo Duterte dan pemimpin Vietnam tahun ini."

Sebaliknya hubungan Malaysia-AS memanas setelah otoritas AS turut menyoroti dugaan korupsi Najib.(AFP/Ire/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya