Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM dua tahun terakhir, Indonesia telah melakukan 19 negosiasi batas negara, yaitu 13 negosiasi untuk batas wilayah darat dan 6 untuk batas laut. Menurut Menteri luar negeri, Retno Marsudi, negosiasi tersebut penting untuk dilakukan untuk meredam potensi pertikaian.
"Kalau batas wilayah kita sudah jelas, secara langsung potensi masalah kita dengan negara tetangga menjadi semakin kecil. Banyak masalah yang timbul karena belum selesainya batas wilayah," papar Menlu Retno dalam pers rilisnya, kemarin (Rabu, 2/11).
Di hadapan para mahasiswa dalam acara Inspiring Talk Emtek Goes to Campus 2016, di Yogyakarta, Retno juga menggarisbawahi peran penting yang dijalankan Indonesia di kancah dunia, khususnya di kawasan ASEAN.
Hingga saat ini, Indonesia telah terlibat dalam berbagai upaya negosiasi dan kerja sama strategis di ASEAN, terutama dalam menjaga kesatuan dan sentralitas ASEAN. "Indonesia juga banyak berkontribusi dalam beberapa isu seperti demokrasi dan perdamaian," kata Retno.
Retno mengatakan yang dilakukannya selama dua tahun menjadi Menlu sejalan dengan empat prioritas politik luar negeri Indonesia, yaitu melindungi integritas wilayah RI, melindungi warga negara Indonesia dan badan hukum Indonesia di luar negeri, meningkatkan diplomasi ekonomi, serta meningkatkan partisipasi dan kontribusi Indonesia untuk isu-isu kawasan dan dunia.
Pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo, lanjut dia, ingin mewujudkan politik luar negeri yang membumi, yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh rakyat serta dapat memberikan kontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Retno berpesan agar mahasiswa yang akan masuk ke dunia kerja dapat bekerja keras menjadi aktor-aktor bagi kemajuan bangsa melalui pemikiran-pemikiran yang inovatif dan kreatif.
Ia mengatakan pemikiran inovatif dan kreatif mahasiswa dibutuhkan saat menghadapi berbagai tantangan internasional, khususnya yang terkait dengan kedaulatan negara.
"Banyak teman-teman muda di sekitar saya yang pemikirannya sangat canggih, dan mereka bisa ngomong sama saya, seharusnya kita bisa seperti ini, kita bisa melakukan strategi itu. Hal ini yang sangat saya apresiasi dari mereka," ujarnya.
Ia berharap kisah perjalanannya dapat menjadi inspirasi bagi para mahasiswa untuk terus bekerja keras dan menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh semangat demi menunjukkan kontribusi bagi bangsa Indonesia.
"Setiap kali mau masuk negosiasi, sebagai diplomat, langkah saya selalu mantap, tidak ada rasa minder. Kita harus semangat dan bangga menjadi Indonesia dan kita yakin ke depan Indonesia akan menjadi lebih baik," pungkas dia. (AT/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved