Pembebasan Sejati Mosul

Thomas Harming Suwarta
03/11/2016 08:00
Pembebasan Sejati Mosul
(Asap hitam mengepul di sejumlah sudut kota serta terbakarnya ladang minyak di Qayara, sebelah selatan Kota Mosul, Irak---AP/FELIPE DANA)

SETELAH sekitar dua pekan melakukan pengepungan, pasukan Irak dan tentara gabungan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) mulai masuk ke kota utama Mosul. Delapan milisi Islamic State (IS) tewas dalam operasi 'pembersihan' di Desa Gogjali, Mosul bagian timur, kemarin (Rabu, 2/11).

Kali ini operasi pembebasan Mosul masuk pada tahap menentukan. Juru bicara Komando Tentara Gabungan Brigjen Yahya Rasool mengatakan pasukan Irak berhasil memperluas jangkauan di sebelah selatan Mosul kemarin pagi. Di sana pergerakan mereka belum seluas di wilayah timur.

"Enam milisi IS tewas di dalam terowongan yang digempur, dua lainnya berupaya bergerak mendekati pasukan lalu ditembak hingga tewas. Salah seorang milisi IS yang tewas itu memakai rompi bom bunuh diri," ujar pemimpin pasukan khusus Irak Letkol Muhanad al-Timimi.

Komandan Operasi Pembebasan Mosul Letjen Abdul-Amir Raheed Yar Allah mengatakan pasukan telah merebut kembali empat desa di sekitar wilayah Hamam al-Alil. Ratusan warga sipil bermunculan dari rumah-rumah mereka di kawasan Al-Samah. Sebagian dari mereka melambaikan bendera putih.

Sementara itu di Gogjali sebelah selatan, pasukan Irak melakukan operasi pembersihan dari rumah ke rumah juga untuk memeriksa jalanan agar tidak ada bom atau ranjau milik IS yang tertinggal.

"Sekarang ialah awal dari pembebasan sejati Kota Mosul," kata salah satu komandan Satuan Kontrate-rorisme (Counter Terorism Service/CTS) Taleb Sheghati al-Kenani.

Pasukan khusus yang dilatih AS itu menguasai area pertempuran sengit di front timur dalam dua hari terakhir. "Kami bekerja sama dengan unit tentara lainnya untuk mengamankan daerah dan pinggiran Kota Mosul," ujar komandan lain CTS, Letnan Kolonel Muntathar Salem.

Pemimpin CTS Jenderal Abdul-Ghani al-Asadi mengatakan pihaknya telah memberlakukan jam malam di wilayah yang telah dikuasai demi keamanan warga yang masih menghuni rumah mereka. "Kami khawatir Daesh (IS) kembali menyerang tentara atau kota dengan mortir."

Sebelumnya pada Selasa (1/10), pasukan telah memasuki area Judaidat Al-Mufti, daerah tepi kiri Mosul. Mosul, seperti diketahui, terbelah oleh aliran Sungai Tigris. Sisi timur kota dikenal sebagai tepi kiri Mosul dan sisi tenggara kota disebut Judaidat al-Mufti. Pasukan elite Irak juga telah merebut kembali desa kunci, Gogjali, dan menguasai bangunan stasiun televisi milik pemerintah lokal, Iraqiya TV, di tepi timur kota.

Tentara dari Divisi 16 Irak juga berhasil merebut kembali serangkaian desa di bagian utara Mosul. Di lain pihak, pasukan paramiliter propemerintah mengatakan mereka berhasil merebut desa di bagian barat daya kota. Didukung serangan udara dan operasi darat dari koalisi pimpinan AS, puluhan ribu pejuang Irak telah berkumpul di Mosul.

Juru bicara koalisi pimpinan AS Kolonel John Dorrian mengatakan setidaknya hampir 3.000 bom, artileri, roket, dan rudal sudah diluncurkan ke arah milisi IS sejak operasi dimulai.

"Kami telah berhasil menghabisi ratusan milisi IS, mengunci posisi dan persenjataan mereka dalam serangan," kata Dorrian.

Sejak serangan diluncurkan pada 17 Oktober lalu, pasukan federal Irak dan pejuang Peshmarga Kurdi berhasil merebut kembali sejumlah desa pinggiran Mosul sehingga pasukan bisa terus bergerak menuju kota dari arah utara, timur, dan selatan.

Di sisi utara dan timur Mosul, pasukan Kurdi Peshmerga dari wilayah otonomi Kurdi telah mengambil serangkaian desa dan kota. Sementara itu pasukan federal telah bergerak menuju Mosul dari selatan.

Setidaknya 4.000-7.000 milisi IS di dalam kota yang siap bertempur. Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi memperingatkan para milisi IS bahwa mereka tidak dapat melarikan diri.

"Kami akan menutup setiap tempat. Mereka tidak punya pintu keluar, tidak punya pelarian, hanya bisa pasrah," kata Al-Abadi.(AP/AFP/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya