Filipina Perangi Narkoba, Wali Kota Ditembak Mati

29/10/2016 09:45
Filipina Perangi Narkoba, Wali Kota Ditembak Mati
(AP)

SAMSUDIN Dimaukom, Wali Kota Saudi Ampatuan, wilayah di selatan Filipina, ditembak mati satuan polisi antinarkoba, Jumat (28/10). Dimaukom ditembak mati bersama 10 pengawalnya setelah sebelumnya terlibat baku tembak dengan aparat kepolisian.

Dimaukom ialah satu dari 150 pejabat dari pemerintah daerah, hakim, dan polisi di Filipina yang diidentifikasi Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada awal tahun ini sebagai pihak yang diduga terlibat dalam perdagangan obat-obat terlarang.

Sejak perang narkoba mulai dilancarkan Duterte empat bulan, lebih dari 3.800 orang dilaporkan tewas di tangan polisi antinarkoba. Tindakan tegas terhadap para pelaku kriminal itu mendapat pujian di dalam negeri. Namun, masyarakat internasional justru mengecam tindakan ekstrayudisial tersebut. Amerika Serikat (AS), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan kelompok hak asasi menuduh polisi dan Duterte telah bertindak sewenang-wenang dalam memberantas aksi kejahatan.

Presiden AS Barack Obama pun turut mengecam tindakan keras Filipina dalam memberantas para pelaku kejahatan narkoba. Berbeda dengan pemimpin Filipina sebelumnya, Duterte justru bereaksi dan marah dengan kecaman Obama. Ia pun sempat menyebut Obama dengan sebutan 'anak pelacur'.

Juru bicara polisi, Inspektur Romeo Galgo, mengatakan Dimaukom dan para pengawalnya sempat melepaskan tembakan saat polisi antinarkoba hendak menghentikan kendaraan mereka di sebuah pos pemeriksaan. Polisi menduga mereka membawa abat-obatan terlarang.

Baku tembak pun tak terelakkan dan menelan korban jiwa termasuk Wali Kota Dimaukom. "Mereka ditembak setelah berusaha melawan. Mereka juga menggunakan senjata berat," kata Galgo.

Saat ini, Duterte tengah dalam perjalanan ke 'Negeri Sakura'. Di Tokyo, ia menegaskan kembali bahwa pemerintahannya akan meningkatkan 'aksi pembersihan' terhadap para pejahat narkoba di negaranya. "Jika keinginan saya untuk menyingkirkan (para penjahat) di negara saya belum selesai, perang terhadap narkoba akan terus terjadi," tegasnya. (AFP/Ths/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya