Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN militer Irak dan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) berhasil bergerak masuk menuju Mosul timur, Irak, pada Selasa (25/10) lalu dalam misi memerangi kelompok militan Islamic State (IS).
"Dengan berjalan kaki, kami telah memasuki Mosul sejauh 5 atau 6 kilometer," ujar komandan pasukan elite layanan kontra terorisme (CTS), Abdelghani al-Assadi.
"Kami sekarang harus berkoordinasi dengan pasukan di bidang lain untuk meluncurkan serangan terkoordinasi di Mosul," tambah Al-Assadi.
Pasukan Peshmerga Kurdi berhasil meraih keuntungan di wilayah timur laut.
Pasukan federal juga masuk melalui selatan sebelum mencapai pinggiran Mosul.
Sementara itu, ribuan orang dari kelompok paramiliter pendukung, Hashed al-Shaabi, yang didominasi milisi Syiah dukungan Iran tengah mempersiapkan operasi menuju barat Mosul.
"Hashed telah memerintahkan kami untuk misi pembebasan Distrik Tal Afar," ujar Jawwad al-Tulaibawi, juru bicara milisi Syiah, Asaib Ahl al-Haq.
Tulaibawai menyebut misi tersebut untuk memotong jalur dan mencegah anggota kelompok IS melarikan diri dari Irak ke Suriah.
Namun, di tengah upaya meme-rangi milisi pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi, politisi Irak Kurdi dan Arab Sunni telah menentang partisipasi Hashed dan kehadiran pasukan Turki di Mosul.
Dari Paris, Prancis, Menhan Prancis Jean-Yves Le Drian melakukan pertemuan dengan para menhan dari negara yang tergabung dalam pasukan koalisi pimpinan AS.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Menhan AS Ashton Carter, mereka membahas koordinasi dalam merebut Kota Mosul.
Prancis menginginkan serangan pasukan koalisi berikutnya adalah basis IS di Raqa, Suriah.
Presiden Prancis Francois Hollande menyerukan pasukan koalisi untuk mempersiapkan tahapan serangan berikutnya melawan IS.
"Apa yang dipertaruhkan ialah masa depan politik kota tersebut, memanggil seluruh kelompok agama dan etnik untuk bersuara dalam menjalankan masa depan Mosul," ujar Hollande.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved