Cacat Airbag, Toyota Tarik 5,8 Juta Mobil

AFP/Ths/I-1
27/10/2016 03:55
Cacat Airbag, Toyota Tarik 5,8 Juta Mobil
(AFP/Mandel Ngan)

PABRIK Toyota menarik kembali sekitar 5,8 juta mobil dari pasaran di seluruh dunia, kemarin, akibat adanya cacat pada fasilitas pengaman kantong udara (airbag) buatan Takata.

Penarikan itu diumumkan Toyota sebagia respons atas serangkaian kejadian fasilitas kantong udara yang tidak berfungsi dengan baik sehingga menimbulkan cedera dan kecelakaan bagi para pengemudi kendaraan produksi mereka.

Pabrik pembuat kendaraan bermotor terbesar di dunia itu mengatakan sekitar 1,47 juta airbag sudah terpasang di mobil-mobil yang dijual di Eropa, 1,16 juta unit di Jepang, 820 ribu unit di Tiongkok, dan 2,35 juta di negara lain termasuk Amerika Serikat.

Karena pengumuman penarikan itu, Takata, perusahaan produsen airbag yang berbasis di Tokyo, harus menelan kerugian tidak kecil.

Menurut laporan, setidaknya terdapat 16 kejadian airbag tidak berfungsi di seluruh dunia, yang menyebabkan kematian. Kejadian paling banyak di AS dan Malaysia.

Pengumuman penarikan kantong udara produksi perusahaan itu kemarin merupakan yang kedua.

Dengan demikian, total kantong udara buatan Takata yang ditarik sejauh ini sudah mencapai 23,1 juta unit.

Selain tidak mengembang, cacat produk pada airbag buatan Takata sangat berbahaya bagi pengemudi dan penumpangnya.

Pecahan logam dan plastik dari inflator canister di produk kantong udara tersebut bisa mengenai pengemudi dan penumpang ketika benda itu mengembang.

Penyebab utama kecacatan itu masih belum dipastikan.

Namun, Administrasi Keselamatan Lalu Lintan Jalan Raya Nasional memperkirakan cacat produk airbag itu disebabkan kombinasi waktu, kelembapan dan suhu tinggi yang berubah-ubah.

Regulator lainnya meyakini bahan kimia yang digunakan di dalam inflator, amonium nitrat, sebagai penyebab airbag meledak dengan cukup kuat.

Dalam keterangannya, jenis mobil Toyota yang terpasang airbag bermasalah itu antara lain dari merek Corolla dan Vitz/Yaris yang diproduksi dari Mei 2000 hingga November 2001 atau antara April 2006 dan Desember 2014.

Sampai sejauh ini Toyota belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dengan penyebab utama dari cacatnya airbag tersebut.

Apakah karena kelembapan lingkungan atau fluktuasi suhu, semuanya masih dalam proses pengkajian.

Selain ke Toyota, pabrik Takata juga memasok kebutuhan airbag ke sejumlah pabrik mobil seperti Honda, Volkswagen, dan General Motors.

Atas rentetan kejadian itu, produsen-produsen mobil tersebut akan berhenti menggunakan airbag produksi Takata.

Jika itu terjadi, Takata akan merugi miliaran dolar AS akibat penarikan produk, juga tuntutan hukum dari para konsumen.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya