Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK militan Lashkar-e-Jhangvi yang dituding militer Pakistan belum mengaku bertanggung jawab atas serangan berdarah itu.
Sekelompok milisi bersenjata dengan rompi bom bunuh diri menyerbu sebuah akademi kepolisian di Kota Quetta, Balochistan, sebelah barat daya Pakistan, Senin (24/10) malam waktu setempat. Insiden itu menewaskan sedikitnya 60 orang dan melukai lebih dari 100 orang.
Tiga pria bersenjata dari kelompok jaringan Taliban Pakistan menyerang sekolah pelatihan taruna di ibu kota provinsi itu dengan target ruang tidur berkapasitas sekitar 700 calon perwira.
"Saya melihat tiga pria yang wajahnya ditutupi membawa (senapan) Kalashnikov, mereka mulai menembak dan masuk asrama," kata salah satu dari ratusan kadet yang berhamburan menyelamatkan diri.
Serangan di Akademi Kepolisian Balochistan, sekitar 20 kilometer di timur Quetta, terjadi sekitar pukul 23.10 atau Selasa pukul 06.10 WIB. Baku tembak berlangsung selama beberapa jam.
Menteri Dalam Negeri Provinsi Balochistan Sarfaraz Bugti membenarkan penyerang berjumlah tiga orang. Setelah menyasar penjaga menara pengawas, mereka terlibat baku tembak dengan para petugas. Setelah petugas tewas, mereka lalu masuk ke pekarangan akademi.
Kepala paramiliter Korps Perbatasan di Balochistan, Mayor Jenderal Sher Afgan mengatakan, mereka bagian dari faksi Al Alimi dari kelompok militan Lashkar-e-Jhangvi yang berafiliasi dengan Taliban Pakistan. Hal itu diketahui dari penyadapan ketika mereka berkomunikasi dengan mata-mata di Afghanistan. Namun, mereka belum mengklaim serangan itu. Selaku pemimpin operasi balasan, Afgan mengungkapkan, serangan itu berakhir sekitar tiga jam kemudian.
Pejabat keamanan di RS Daerah Quetta dokter Nasir Sumalani memastikan bahwa pada Selasa (25/10) pagi sebanyak 58 kadet tewas akibat serangan itu. Sementara 165 lainnya terluka. "Kami juga telah menerima tubuh salah satu teroris," ujar Sumalani.
Serangan ini menjadi insiden paling berdarah ketiga sepanjang tahun ini di Pakistan. Perdana Menteri Nawaz Sharif mengutuk keras serangan tersebut dan memerintahkan pemerintah federal dan provinsi untuk menindak para pelaku sesegera mungkin.
Bergolak
Provinsi Balochistan yang beribu kota di Quetta dikenal kaya tambang mineral, tapi miskin. Provinsi terbesar di Pakistan itu dilanda perselisihan sektarian, kekerasan militan, dan pemberontakan separatis yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Tentara juga berulang kali dituduh kelompok hak asasi internasional, melakukan pelanggaran di Balochistan, khususnya terhadap kaum nasionalis yang menuntut otonomi dan bagian lebih besar dari sumber daya daerah.
Pada Agustus, sebuah bom bunuh diri menyerang sebuah rumah sakit Quetta. Insiden yang menewaskan 73 orang itu diklaim kelompok Islamic State (IS) dan faksi Jamaat-ul-Ahrar dari Taliban Pakistan.
Pakistan telah memerangi pemberontakan sejak lama. Mereka kemudian memutuskan untuk bersekutu dengan Amerika Serikat setelah invasi Afghanistan pada 2001. Balochistan juga merupakan wilayah kunci untuk proyek infrastruktur ambisius Tiongkok bernilai US$46 miliar (Rp597 triliun), yang dikenal dengan Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan (CPEC). Proyek ini menghubungkan provinsi barat Tiongkok, Xinjiang, ke Laut Arab melalui Pakistan. (AFP/Pakistan Today/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved