Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMULANGANG empat warga negara Indonesia (WNI) yang disandera di Somalia akan segera diupayakan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
Setelah hampir lima tahun menjadi sandera perompak Somalia, mereka berhasil dibebaskan pada Sabtu (22/10).
"Pembebasan ini melalui proses sangat panjang, pembicaraan dengan negara asal para ABK dilakukan sangat intensif. Indonesia berkoordinasi dengan PBB, LSM dan organisasi nirlaba," ujar Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dalam pernyataan resminya, Senin (24/10).
Empat orang WNI tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan, kemarin. Retno yang telah berbicara dengan salah satu WNI, mengatakan kondisi mereka sehat.
Menurut dia, proses pemulihan akan berlangsung beberapa hari sebelum keempat sandera WNI dipulangkan ke Indonesia.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir mengungkapkan waktu pemulangan keempat WNI itu belum dapat dipastikan.
Begitu pula dengan jalur pemulangannya.
Para sandera tiba di Bandara Nairobi, Kenya pada Minggu, (23/10) sekitar pukul 21.00 WIB.
"Setelah mendarat, pihak keluarga sudah diberi tahu," imbuhnya.
Seraya melakukan upaya pembebasan, Kemenlu pun rutin melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak keluarga sejak dua tahun lalu.
Oleh karena itu, kata dia, pihak keluarga mengetahui upaya yang dilakukan pemerintah, termasuk tantangan yang dihadapi.
Empat anak buah kapal (ABK) asal Indonesia tersebut yakni Sudirman, Supardi, Adi Manurung, dan Nelson Pesireron, dibebaskan di Somalia sekitar pukul 13.00 WIB.
Mereka adalah bagian dari 26 ABK yang disandera sejak 26 Maret 2012.
Para sandera lainnya berasal dari Filipina, Indonesia, Kamboja, Thailand, Tiongkok, dan Vietnam.
Semula, para sandera bekerja pada Kapal Naham III, kapal ikan Taiwan yang dioperasikan perusahaan dari Oman.
Kapal berisi 29 ABK itu dibajak perompak Somalia di sekitar Laut Seychelles.
Pada Januari 2015, Presiden RI, Joko Widodo memerintahkan Kementerian Luar Negeri dan Kepala BIN untuk mengintensifkan pembebasan sandera.
Keselamatan para sandera tetap merupakan prioritas utama. (Ire/I-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved