Aparat Hukum telah Bebaskan 26 Ribu Orang

AFP/*/I-2
24/10/2016 05:31
Aparat Hukum telah Bebaskan 26 Ribu Orang
(AFP/GURCAN OZTURK)

OTORITAS Turki telah menahan lebih dari 35 ribu orang yang diduga terkait dengan gerakan kelompok pendukung Fethulah Gulen, politikus yang mengasingkan diri di AS dan dituduh sebagai dalang kudeta gagal pada Juli lalu.

Menteri kehakiman Turki Bekir Bodzag mengatakan para tersangka ditahan setelah beberapa jam kudeta militer yang gagal. Demikian laporan dari penyiar stasiun NTV, kemarin.

Dari total 35 ribu orang yang ditangkap, 3.907 orang masih diselidiki keterkaitan mereka dengan Gulen.

Sementara itu, sekitar 26 ribu orang telah dibebaskan, meski tetap dalam pengawasan secara hukum.

Terkait aksi kudeta yang gagal, sebanyak 82 ribu orang telah diselidiki aparat keamanan.

Pada jumpa pers di Afyonkarahisar, Sabtu (22/10), Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa menjelaskan hal tersebut.

Puluhan ribu orang telah diskors, dipecat, dan ditahan.

Mereka berasal dari berbagai profesi di antaranya tentara, hakim, jaksa, polisi, guru, dan dosen. Media massa yang mendukung gerakan Gulen dan gerakan Hizmet juga telah ditutup.

Namun, aksi balas dendam Presiden Recep Tayyip Erdogan tersebut mendapat kritik dan tekanan dari Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa.

Uni Eropa mendesak agar Erdogan bertindak dalam aturan hukum.

Gulen yang dulu bersahabat dengan Erdogan itu diyakini sebagai tokoh kudeta.

Kini pria yang berdarah Kurdi itu tinggal di AS sejak 1999.

Turki juga mendesak AS untuk mendeportasi Gulen.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya