IS Jadikan Warga Mosul Tameng Hidup

Haufan Hasyim Salengke
20/10/2016 04:45
IS Jadikan Warga Mosul Tameng Hidup
(AP)

AMERIKA Serikat (AS) menyatakan kelompok militan Islamic State (IS) telah menjebak ribuan warga sipil di Kota Mosul, Irak, dan menjadikan mereka sebagai perisai manusia.

Washington juga memperingatkan potensi terjadinya arus perpindahan manusia massal yang diakibatkan eskalasi pertempuran merebut kota terbesar kedua di 'Negeri Seribu Satu Malam' itu dari tangan kelompok yang juga disebut Daesh.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 1,5 juta warga sipil masih berada di Mosul dan dikhawatirkan akan dijadikan sebagai tameng manusia oleh milisi IS.

"Kami tahu mereka (warga sipil) sedang dijadikan sebagai perisai manusia," kata juru bicara Pentagon Kapten Angkatan Laut Jeff Davis, kepada wartawan pada Selasa (18/10) waktu setempat.

"Mereka ditahan di sana berlawanan dengan keinginan hati mereka. Kami belum melihat adanya perubahan dalam sehari terakhir ini mengenai adanya warga yang meninggalkan atau melarikan diri (dari Mosul)," tambahnya.

Serangan besar-besaran untuk membebaskan Mosul telah memasuki hari kedua sejak diluncurkan Senin (17/10).

Saat ini, operasi militer sebagian besar dilancarkan di desa-desa yang mengelilingi Kota Mosul, basis pertahanan terakhir IS di wilayah Irak.

Pasukan Irak dan sayap militer Kurdi (Peshmerga), dengan bantuan serangan udara koalisi pimpinan AS, termasuk Turki meraih kemajuan signifikan.

Puluhan ribu pasukan sekutu terus bergerak maju ke lini pertempuran Mosul, Selasa (18/10).

Namun, serangan mereka untuk merebut kembali benteng besar terakhir IS itu diperlambat ranjau dan jebakan di sepanjang jalan.

Militer Irak mengatakan kemajuan sedang diraih saat pasukan mereka merangsek dari dua lini utama menghadapi IS.

Seorang komandan menyatakan operasi berjalan sesuai rencana meski menghadapi serangan bom mobil bunuh diri kelompok pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi tersebut.

"Banyak desa telah dibebaskan," ujar Sabah al-Numan, juru bicara badan kontraterorisme seperti dilaporkan kantor berita Al-Jazeera.

Anggota kelompok militan IS diyakini jauh kalah dalam jumlah.

Militer AS menaksir hanya sekitar 3.000 sampai 4.500 orang anggota IS di sekitar Mosul.

Sementara itu, jumlah pasukan gabungan yang meliputi tentara Irak, pejuang Kurdi Peshmerga, dan pasukan Sunni propemerintah mencapai 30 ribu.

Mereka juga didukung serangan udara pasukan koalisi dan gempuran drone Reaper.

200 ribu mengungsi

Meski belum terlihat adanya eksodus masif warga sipil, Presiden AS Barack Obama memperingatkan potensi signifikan arus perpindahan warga akan terjadi dalam beberapa pekan mendatang.

Namun, ia mengklaim Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok bantuan lain sudah siap memberikan respons untuk mengantipasi kondisi tersebut.

"Kami telah menyusun rencana dan infrastruktur untuk menangani krisis kemanusiaan potensial yang disesuaikan dengan skala rencana militer ini," tandas Obama.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan sekitar 200 ribu orang diperkirakan akan mengungsi dalam pekan pertama operasi merebut Kota Mosul.

Jumlah tersebut akan meningkat hingga satu juta jiwa dalam skenario terburuk.

(AFP/BBC/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya