Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
"INI salah saya! Saya tidak bermaksud melakukannya. Saya cinta raja," teriak seorang pria yang tengah ditendang dan dipukuli sekelompok orang di Choburi, Thailand.
Adegan kekerasan tersebut terekam dalam sebuah video yang disiarkan langsung di media sosial Facebook kemarin pagi dan seketika menjadi viral di negeri yang baru saja kehilangan sosok pemersatu, Raja Bhumibol Adulyadel yang meninggal Kamis (13/10) .
Selain melakukan kekerasan, sekelompok orang tersebut juga memaksa pria yang diduga menghina kerajaan Thailand itu untuk bersujud dan meminta maaf.
Sebelumnya pada Senin (17/10) sebuah video lainnya juga tersebar di media sosial yang menunjukkan seorang perempuan tua yang tengah berada di dalam sebuah bus di Bangkok dicaci maki seluruh penumpang dan di hadapan polisi. Bahkan perempuan tua tersebut ditampar seorang perempuan lain yang berpakaian hitam ketika akan keluar dari bus.
Maraknya massa yang main hakim sendiri akhirnya ditanggapi Menteri Kehakiman Thailand, Paiboon Koomchaya. Ia mendesak sanksi sosial harus diberikan kepada orang-orang yang mencemarkan nama baik kerajaan, kemarin.
"Tidak ada cara yang lebih baik untuk menghukum mereka selain sanksi sosial," ujar Koomchaya yang juga bersumpah untuk mengejar orang-orang yang melanggar hukum.
Kerajaan Thailand dilindungi undang-undang lese majeste yang sangat keras. Undang-undang itu melarang setiap kritikan terhadap kerajaan. Hukuman hingga 15 tahun penjara menanti untuk setiap penghinaan ataupun pengkritik kerajaan.
UU ini membuat pembahasan atau debat tentang peran monarki dan masa depan kerajaan setelah Bhumibol tutup usia menjadi tidak mungkin dilakukan.
Sejak Thailand di bawah kendali militer dua tahun lalu, kasus terkait penghinaan terus melonjak dan bahkan rekor hukuman dijatuhkan dalam beberapa kasus.
Junta militer Thailand sebagai pengawal kerajaan tidak banyak berbuat untuk menekan sentimen publik dengan menampilkan kerajaan sedang diserang," ungkap David Streckfuss, pakar monarki Thailand yang berbasis di Bangkok."Mereka telah menciptakan suatu mentalitas antikritik," ujarnya.
Dia menambahkan tidak ada bukti yang menunjukkan gerakan di Thailand untuk membenarkan pendekatan semacam itu.
"Hal terdekat mengenai gerakan antimonarki adalah sejumlah individu yang tidak saling terhubung yang hanya ingin mengeluarkan komentarnya tentang kerajaan karena kerajaan merupakan institusi publik yang penting," ujarnya.
Suasana di Bangkok sendiri terasa sepi dan tenang sejak kematian Raja Bhumibol Adulyadej.
Kematian sang raja telah meninggalkan kesedihan luar biasa bagi penduduk 'Negeri Gajah Putih' itu. Sebagian besar warga Thailand mengenakan pakaian serbahitam saat beraktivitas. (AFP/Indah Hoesin/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved