Rusia Hentikan Serangan selama 8 Jam

19/10/2016 04:14
Rusia Hentikan Serangan selama 8 Jam
(AFP)

KEMENTERIAN Pertahanan (Kemenhan) Rusia mengatakan pasukan pemerintah Suriah dan Rusia telah menghentikan serangan udara di Aleppo Selasa (18/10) pagi.

Jeda pertempuran itu diharapkan akan membuka jalan bagi gencatan senjata selama 8 jam pada Kamis (20/10) mendatang.

"Serangan di wilayah Aleppo oleh pasukan Rusia dan Suriah telah dihentikan mulai hari ini (kemarin) pukul 10.00 waktu setempat," ujar Sergei Shoigu, juru bicara Kemenhan, dalam keterangan pers di televisi.

Shoigu mengatakan penghentian serangan itu akan memungkinkan penduduk sipil untuk keluar dari kota tersebut selama gencatan senjata singkat pada 20 Oktober mendatang.

"Penghentian awal serangan udara diperlukan untuk memperkenalkan 'jeda kemanusiaan' pada 20 Oktober mendatang.

Hal itu menjamin keamanan penduduk sipil untuk keluar melalui enam koridor dan mempersiapkan diri untuk evakuasi penduduk yang sakit dan terluka dari Aleppo Timur," ujar Shoigu.

Sebelumnya, pada Senin (17/10), Kemenhan Rusia mengatakan pasukan Suriah dan Rusia akan menghentikan serangan di Aleppo pada Kamis (20/10) selama 8 jam di tengah meningkatnya kritik terhadap dua aliansi tersebut.

Shoigu juga menyeru kepada negara-negara yang memiliki pengaruh dalam kelompok bersenjata di Aleppo Timur untuk meyakinkan pemimpin kelompok tersebut agar menghentikan permusuhan dan meninggalkan kota.

Menurut Shoigu, inisiatif itu dapat berkontribusi dalam menyukseskan pembicaraan militer internasional di Jenewa, Swiss, dalam upaya memisahkan kelompok pemberontak moderat dan kelompok Front Fateh al-Sham yang sebelumnya bernama Front Al-Nusra.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik penghentian serangan tersebut. Namun, mereka mengatakan 8 jam tidak akan cukup untuk mengirimkan bantuan atau mengevakuasi penduduk sipil yang ingin mengungsi.

Beberapa jam setelah mengumumkan penghentian serangan untuk kemanusiaan pada Senin (17/10), pesawat Rusia dan Suriah masih menggempur Kota Aleppo pada Selasa (18/10) pagi. (AFP/Ihs/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya