Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah puja-puji pemerintah Turki terhadap pemerintah Malaysia yang dikabarkan mendeportasi tiga warga negara Turki yang diduga terlibat dalam jaringan gerakan Gulen, terkuak kabar lain yang menyebutkan bahwa sebetulnya mereka tidak dideportasi tapi diculik oleh Badan Intelijen Turki.
Kabar itu diungkap oleh portal berita online Tukri Purge yang berhasil mendapatkan info dari keluarga, dua dari tiga warga Turki yang diduga diculik itu.
Ayah AD, salah satu dari 3 warga Turki tersebut menceritakan pada Kamis (13/10) sore AD berpamitan kepadanya akan pergi ke masjid. Namun, semenjak itu AD tidak pernah kembali ke rumah. Pihak keluarga pun melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Malaysia dengan dugaan AD telah diculik.
"A.D telah bekerja di bidang pendidikan di Malaysia sejak 2010. Dia berkontribusi langsung terhadap 450 murid di Time International School di Kuala Lumpur dan sekolah lainnya di Ipoh. Ia mendapatkan dukungan dari Kementerian Malaysia atas kontribusinya di dunia pendidikan."
"Ia berangkat dari rumah untuk sholat di masjid pada pukul 17.05, 13 Oktober lalu, tapi dia tidak datang kembali. Telepon genggamnya pun tidak bisa dihubungi."
"Pihak keluarga melaporkan kejadian itu ke polisi, Kamis malam. Keluarga pertama kali diberitahu bahwa AD hanya hilang, namun polisi kemudian melaporkan bahwa AD telah diculik. Paspornya kini masih dipegang oleh pihak keluarga," bebernya.
Namun, pada Jumat (14/10) Menteri Luar Negri Turki Mevlut Cavusoglu mengeluarkan pernyataan bahwa PM Malaysia Najib Razak telah memegang teguh perkataanya dan menyerahkan tiga warga yang diduga anggota jaringan Gulen ke Turki. Pada hari yang sama, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengatakan bahwa anggota Gulen tidak akan bisa lolos meski pergi keluar dari wilayah Turki.
"Orang-orang yang melarikan diri ke luar negeri, Anda tidak akan merasa aman. Mereka tidak bisa lolos dengan itu," jelasnya.
Saksi di masjid tempat hilangnya AD mengungkapkan ada dua orang asing yang menemui A.D dan kemudian menghilang begitu saja. Selain itu, ada orang lain yang juga melaporkan kehilangan kerabat yaitu Sekretaris Jenderal Asosiasi Bisnis Turki-Malaysia.
"TT telah menikah dan mempunyai 2 orang anak. Kami sudah tidak mendengar kabar darinya sejak pukul 13.00 pada 13 Oktober. Saat itu ia menghadiri kursus di sekolah bahasa. Mobilnya pun masih diparkir di tempat parkir sekolah," tutur sang kerabat.
Sebelumnya, Kedutaan Besar Turki dilaporkan telah meminta pemerintah Malaysia untuk menutup sekolah-sekolah Gulen seperti di negara-negara Asia lain. Duta besar Turki juga diketahui telah meminta pihak berwenang untuk mengambil tindakan hukum bagi simpatisan gerakan-gerakan Gulen di Malaysia. (Turkeypurge.com/X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved