Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
POPULARITAS Presiden Filipina Rodrigo Duterte tengah meroket.
Survei Social Weather Stations (SWS) mengungkapkan 76% warga Filipina mengaku puas dengan kinerja Duterte.
Hanya 11% warga yang tak puas dan sisanya masih ragu-ragu.
Namun, tokoh yang dipanggil Digong tersebut kerap melontarkan kalimat yang membakar telinga.
Bahkan, ia berulang kali mengecam negara sekutu Filipina, Amerika Serikat (AS).
Presiden AS Barack Obama pernah mengkritik kebijakan 'berdarah' dari mantan Wali Kota Davao itu terkait dengan pemberantasan kejahatan narkoba.
Duterte pun berang dengan mengatakan pemimpin negara adidaya itu dengan sebutan 'anak pelacur'.
Tak sekadar itu, pria 71 tahun itu meminta militer AS meninggalkan negerinya.
Ia menegaskan latihan militer Filipina bersama sekutu dekatnya siap ditiadakan pada tahun depan.
Di sisi lain, pada Juli lalu, Pengadilan Arbitrase Internasional menyatakan Filipina memenangi sengketa wilayah di Laut China Selatan dengan Tiongkok.
Klaim 'Negeri Tirai Bambu' atas wilayah itu dikatakan tidak memiliki dasar.
Pihak Arbitrase menegaskan pula Tiongkok melanggar komitmen Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).
Penyebabnya, negara yang dipimpin Xi Jinping itu tengah membangun pulau buatan di dalam zona ekonomi eksklusif Filipina.
Sebagai sekutu Filipina, Washington mendapat angin untuk menekan Beijing demi mematuhi keputusan Pengadilan Arbitrase.
Obama berharap Duterte mengambil sikap tegas dan keras terhadap Tiongkok.
Di tengah hubungan tak harmonis Filipina-AS, Duterte justru bersikap bertolak belakang dengan harapan 'Negeri Paman Sam'.
Ia merencanakan kunjungan ke Beijing pada 18-21 Oktober mendatang.
Duterte akan bertemu Presiden Xi Jinping untuk membahas hubungan bilateral, kerja sama lebih luas, dan isu regional lainnya.
Duterte justru tak akan membahas Dangkalan Scarborough yang disengketakan kedua negara itu.
"Pupunta ako ng China (Saya akan pergi ke Tiongkok). Kami tak ada masalah dengan mereka. Biarkan dulu isu Scarborough sekarang. Kami tidak menyelesaikan sekarang kendati kami marah-marah," papar Duterte saat menghadiri forum reformasi agraria di Lamiran, Basilan, Filipina, awal pekan ini.
Ucapan Duterte itu telah membuat seorang hakim agung Antonio Carpio murka, kemarin.
Antonio menegaskan Presiden Duterte dapat dimakzulkan jika dia menyerahkan kedaulatan Dangkalan Scaborough kepada Tiongkok.
Jika melakukan yang dituduhkan tersebut, Duterte dinilai telah melanggar konstitusi negara Filipina.
"Saya tidak ingin melangkah lebih jauh, tetapi jika presiden (Duterte) memberikan kedaulatan Dangkalan Scarborough kepada Tiongkok, ya, Anda dapat memakzulkan dia," tegas Carpio pada acara Asian Institute Management di Kota Makati, Filipina, Jumat (14/10). (Philippines Star/Deri Dahuri/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved