Kolombia-FARC Perbarui Gencatan Senjata

15/10/2016 07:31
Kolombia-FARC Perbarui Gencatan Senjata
(AFP)

PRESIDEN Kolombia Juan Manuel Santos, Kamis (13/10) waktu setempat, memperpanjang kesepakatan gencatan senjata dengan kelompok pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) hingga 31 Desember 2016.

Keputusan itu diambil pemerintah untuk mencapai sebuah kesepakatan perdamaian final.

Santos berharap mereka sudah menghasilkan 'sebuah kesepakatan baru' untuk perdamaian sebelum akhir 2016.

Nasib gencatan senjata yang disepakati pemerintah dan FARC Agustus lalu menjadi tidak menentu setelah kesepakatan damai yang dibuat secara mengejutkan ditolak rakyat Kolombia dalam referendum awal bulan ini.

"Saya telah mengambil keputusan untuk memperpanjang gencatan senjata bilateral sampai 31 Desember," kata Santos yang diganjar Hadiah Nobel Perdamaian 2016 atas usahanya untuk mengakhiri perang.

"Mari diperjelas: ini bukan ultimatum atau tenggat, tapi saya berharap seluruh proses meraih kesepakatan bisa diselesaikan sebelum itu (31 Desember)," tegas Santos.

Pengumuman itu datang di saat Santos mengadakan pertemuan baru dengan oposisi dan anggota masyarakat demi mencari solusi dari dampak politik penolakan perjanjian damai antara FARC dan pemerintah.

Sebelumnya, Santos mengatakan tentara akan menghentikan gencatan senjata pada akhir bulan ini jika tidak ada solusi untuk mencairkan kebuntuan yang muncul.

Sementara itu, meski mengkritik tenggat yang ditetapkan Santos, FARC telah mengonfirmasi kesediaan mereka untuk melanjutkan perundingan dan mempertahankan gencatan senjata bilateral.

Lebih lanjut, Santos mengatakan dia terdorong untuk memutuskan perpanjangan gencatan senjata setelah seorang mahasiswa dalam sebuah pertemuan mengatakan kepadanya, "Di dalam tubuh tentara dan di antara gerilyawan, ada orang-orang muda yang sadar akan apa yang terjadi, yang berharap tidak harus kembali ke pertempuran."

Dalam sambutannya, Santos menyeru rakyat Kolombia untuk mencapai perdamaian abadi dan mengakhiri kekerasan serta mengembalikan para pengungsi ke rumah mereka.

"Kita tidak boleh kehilangan kesempatan ini," ujarnya. (AFP/Hym/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya