Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA junta militer Thailand, Perdana Menteri Prayut Chan-o-Cha membatalkan semua agenda resmi dan kembali ke Bangkok menyusul kondisi kesehatan Raja Bhumibol Aduljadej yang kian mengkhawatirkan. PM Chan-o-Cha membahas kondisi sang raja dengan Putra Mahkota Pangeran Maha Vajiralongkorn.
Bhumibol, 88, tidak lagi muncul di publik hampir setahun ini karena serangkaian perawatan untuk penyakit yang dideritanya. Kecemasan akan kesehatannya semakin membesar sejak istana mengumumkan kondisi raja tidak stabil pada Minggu (9/10). Para dokter yang merawat juga merekomendasikan dia menunda segala kewajiban kenegaraan.
Jenderal Chan-o-Cha yang tengah mengunjungi Provinsi Chonburi di timur negeri itu membatalkan kunjungan secara mendadak dan kembali ke Bangkok tanpa penjelasan.
Belakangan, para pejabat junta mengatakan sang PM kembali ke ibu kota untuk menemui Pangeran Vajiralongkorn yang menghabiskan sebagian besar waktunya di luar kota.
"Perdana menteri tidak melakukan tugas-tugas resminya di Provinsi Chonburi untuk menyiapkan pertemuan dengan Putra Mahkota guna memberikan presentasi tentang kemajuan pekerjaan pemerintahan," ujar juru bicara junta Letnan Jenderal Sansern Kaewkamnerd.
Di Bangkok, petugas keamanan di luar rumah sakit di diperbanyak seiring dengan rencana kunjungan Pangeran Vajiralongkorn untuk menjenguk Raja Thailand Bhumibol Adulyadej yang sedang dirawat.
Bhumibol ialah raja terlama yang memerintah di dunia dan sangat dicintai rakyat 'Negeri Gajah Putih'. Selain pengamanan ekstra di luar rumah sakit kemarin, beberapa orang terlihat berdoa untuk raja.
Juru bicara RS Bangkok yang tidak mau disebut namanya membenarkan kunjungan penerus takhta Kerajaan Thailand itu menjenguk ayahnya.
Kesehatan Raja Bhumibol merupakan subjek yang tabu dibicarakan di Thailand. Para pejabat istana sangat ketat mengontrol berita tentang kondisinya. Hukum yang ketat juga membuat diskusi suksesi tak muncul ke permukaan.
Kepulangan mendadak PM Prayut Chan-o-Cha juga memicu spekulasi di ranah media sosial sehingga mengundang rakyat negeri itu berbondong-bondong berkumpul di rumah sakit tempat raja dirawat.
Pernyataan pada Minggu (9/10) membuat suasana muram padahal sebelumnya pernyataan cenderung positif. Raja telah berjuang dengan segala penyakit infeksi, kesulitan bernapas, gagal ginjal, dan hydrocephalus.
Sejak Minggu (9/10), warga Thailand mulai menggunakan pakaian pink dengan keyakinan hal itu akan membawa keberuntungan untuk raja.
Di sisi lain, pengumuman itu juga mengakibatkan kege-lisahan di dunia bisnis. Bursa utama anjlok 6,8% pada Rabu siang setelah turun 3,15% pada Senin (10/10) dan turun 1,02% pada Selasa (11/10). Nilai tukar mata uang baht mencapai titik terendah selama tiga tahun terakhir dengan nilai jual 35,90, kemarin.
Para pemimpin perusahaan baik domestik maupun internasional khawatir kematian Raja Bhumibol akan menimbulkan ketidakstabilan ekonomi.(AFP/Ire/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved