Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KERJA keras yang dilakukan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos untuk mengakhiri perang selama lima dekade di negaranya mendapat pengakuan luar biasa. Ia meraih penghargaan bergengsi, yakni Nobel Perdamaian 2016.
Penghargaan yang akan dia terima di Oslo, Norwegia, 10 Desember mendatang itu merupakan hadiah atas kesepakatan damai bersejarah yang dicapai Santos dan pemimpin kelompok pemberontak FARC, Timoleon Jimenez, bulan lalu. Kesepakatan diteken setelah mereka empat tahun bernegosiasi.
"Komite Nobel Norwegia telah memutuskan untuk memberikan Nobel Perdamaian 2016 kepada Presiden Kolombia Juan Manuel Santos atas upaya teguhnya untuk mengakhiri perang sipil yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun di negeri tersebut. Perang yang telah menewaskan 220 ribu penduduk Kolombia dan memaksa 6 juta orang mengungsi," ujar Ketua Komite Nobel Kaci Kullmann Five di Oslo, Jumat (7/10).
Five juga mengatakan terdapat bahaya nyata bahwa proses perdamaian akan terhenti dan perang kembali terjadi karena mayoritas penduduk Kolombia menolak kesepakatan damai itu. Namun, ia menyerukan lebih penting bagi semua pihak untuk terus menghormati gencatan senjata.
Proses perdamaian Kolombia memang telah diprediksi akan memenangi Nobel. Sayangnya, perdamaian abadi yang sudah puluhan tahun dinanti terganjal lantaran dalam referendum, Minggu (2/10), sebanyak 50,24% rakyat Kolombia pemilih suara menentang kesepakatan tersebut.
Apa pun, Santos senang mendapatkan Nobel Perdamaian, tetapi baginya itu bukan yang utama. "Saya tidak mencari penghargaan, saya hanya ingin melakukan sesuatu yang benar. Saya menerima penghargaan ini atas nama rakyat Kolombia yang telah menderita akibat perang saudara," ucap Santos.
Sebagai perengkuh Nobel Perdamaian, Santos mendapatkan hadiah 8 juta krona Swedia atau sekitar Rp12 miliar. Ia mengalahkan 376 kandidat yang terdiri atas 228 individu dan 148 organisasi, termasuk Paus Fransiskus, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Edward Snowden.
Pemimpin FARC, Jimenez yang bernama asli Rodrigo Londono, juga mengatakan kedamaian di Kolombia jauh lebih penting ketimbang Nobel Perdamaian.
"Hanya satu penghargaan yang kami inginkan, yaitu kedamaian dengan keadilan sosial untuk Kolombia, tanpa kelompok paramiliter, tanpa kebohongan," kicaunya dalam akun Twitter. (AFP/Ihs/X-8)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved