Badai Matthew Hantam Pesisir AS

08/10/2016 05:45
Badai Matthew Hantam Pesisir AS
(AP/DIEU NALIO CHERY)

HEMPASAN Badai Matthew yang sebelumnya menewaskan setidaknya 300 orang di Haiti, menghantam Florida, Jumat (7/10).

Meskipun sebelumnya Pusat Badai Nasional telah menyatakan status badai turun menjadi level tiga, terjangan angin berkecepatan 120 km/jam menyerang kawasan pantai di Florida sejak Jumat (7/10) pagi.

Badai menyerang pantai Boca Raton Jumat (7/10) pagi dan bergerak sepanjang hari menyusuri pantai sejauh 965 km menuju Charleston Utara, Carolina Selatan.

Pemerintah setempat memberlakukan jam malam di pantai Daytona hingga hari ini.

Presiden AS, Barack Obama menyatakan keadaan darurat di Florida, Georgia, dan Carolina Selatan.

Pemerintah menjanjikan bantuan nasional untuk bencana alam tersebut.

Serangan pertama badai di Florida diwarnai dengan hujan lebat dan hembusan angin kuat menyebabkan sejumlah resor pinggir laut, lebih dari 140 rumah rumah, serta tempat bisnis di Florida kehilangan aliran listrik.

Menurut Gubernur Florida, Rick Scott, gelombang badai diperkirakan mencapai 11 kaki (3,3 meter) dengan ombak.

"Ketika angin sampai itu, banjir akan datang seketika, erosi pantai, dan berisiko tornado," tuturnya.

Di pantai Myrtle, Carolina Selatan, resor wisata menjadi sangat sepi setelah serangan badai.

Namun, para pejabat setempat masih khawatir karena sejumlah warga belum mengungsi.

Padahal Cape Carnaval dan Kennedy Space Center telah mengimbau melalui Twitter mereka agar warga segera mengungsi jika kondisi semakin serius.

Pemadam kebakaran St Augustine juga merilis imbauan melalui video untuk memperingatkan penduduk kota.

Warga diharapkan mengungsi ketempat-tempat penampungan pengungsi yang telah dipersiapkan, meski hanya berkapasitas 500 orang.

"Kami sedang evakuasi. Kalau Anda memilih untuk menetap di St Augustine, Anda menanggung akibatnya sendiri. Tidak akan ada anggota penyelamat yang akan membantu," kata Kepala Pemadam Kebakaran, Carlos Aviles.

Badai Matthew sebelumnya telah menyebabkan kerusakan terparah di Haiti.

Senator di kawasan yang tersapu badai, Herve Fourcand, mengoreksi Radio Television Caraibes yang sebelumnya mengumumkan korban tewas sebanyak 264 orang.

Fourcand mengatakan angka itu masih bisa bertambah karena masih ada sejumlah wilayah yang belum bisa diakses akibat badai.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan menyebutkan 350 ribu orang membutuhkan bantuan di Haiti.

Lebih dari 20 ribu orang mengungsi.

Kota di bagian selatan Haiti, Jeremie menderita 'kehancuran total' dengan 80% dari bangunan rata dengan tanah. Lebih dari 29 ribu rumah dilaporkan rusak.

Menurut pantauan AFP, warga Haiti tengah bahu-membahu memperbaiki kota yang porak- poranda.

"Setiap orang adalah korban di sini, rumah-rumah hanyut, atap-atap beterbangan. Saya juga kehilangan segalanya termasuk akta kelahiran," kata Dominique Osny di Distrik Les Cayes yang bersama teman-temannya tengah memindahkan seng-seng atap. (AFP/Ire/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya