Presiden Kolombia Raih Nobel Perdamaian

Indah Hoesin
07/10/2016 18:59
Presiden Kolombia Raih Nobel Perdamaian
(AP)

UPAYA Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos untuk mengakhiri perang lima dekade di negaranya mendapat pengakuan dunia internasional melalui Hadiah Nobel Perdamaian 2016 yang diberikan pada Jumat (7/10).

Penghargaan itu diterima Santos meskipun penduduk Kolombia menolak kesepatakan bersejarah yang dicapai Santos dan kepala Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), Rodrigo Londono bulan lalu setelah menjalani empat tahun negosiasi.

"Komite Noberl Norwegia telah memutuskan untuk memberikan Hadiah Nobel Perdamaian 2016 kepada Presiden Kolombia Juan Manuel Santos atas upaya teguhnya mengakhiri perang sipil yang telah berlangsung selama lebih dari 50 tahun di negeri tersebut, perang yang telah menewaskan 220 ribu penduduk Kolombia dan memaksa 6 juta orang mengungsi," ujar ketua komite Kaci Kullmann Lima.

Komite Nobel mengatakan penghargaan tersebut juga ditujukan kepada penduduk Kolombia yang tak pernah menyerah terhadap harapan perdamaian yang adil. Penghargaan juga untuk seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap proses perdamaian.

Proses perdamaian Kolombia memang telah diprediksi akan memenangkan penghargaan bergengsi ini namun para ahli mengatakan harapan itu pupus setelah penduduk Kolombia menolak kesepakatan damai.

"Fakta bahwa mayoritas penduduk memilih "tidak" bukan berarti proses perdamaian sudah mati. Referendum tersebut tidak dilakukan untuk memilih atau menentang perdamaian. Pihak yang memilih "tidak" bukan tidak memiliki keinginan untuk perdamaian namun menginginkan perjanjian damai yang lebih spesifik," ujar Lima.

Menurut Lima, Komite Nobel Norwegia menekankan pentingnya fakta bahwa Santos saat ini telah mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam dialog nasional yang bertujuan untuk memajukan proses perdamaian.

Santos akan mendapat hadiah delapan juta kronor Swedia atau sekitar US$924 ribu atas penghargaan tersebut setelah berhasil mengalahkan 376 kandidat yang terdiri dari 228 individual dan 148 organisasi, termasuk Paus Fransiskus, Kanselir Jerman Angela Merkel, Edward Snowden, dan Kelompok White Helmet Suriah. (AFP/AlJazeera/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya