52 Orang Tewas akibat Berdesakan

04/10/2016 01:00
52 Orang Tewas akibat Berdesakan
(AFP/ZACHARIAS ABUBEKER)

SEDIKITNYA 52 orang tewas dalam peringatan berakhirnya musim hujan di Ethiopia, Minggu (2/10).

Perayaan itu berubah menjadi kerusuhan setelah polisi melemparkan gas air mata ke arah para pengunjung.

Korban sebagian besar tewas akibat terimpit.

Kekerasan meletus di Kota Bishoftu, tidak jauh dari ibu kota Addis Ababa, sebagai akibat tindakan 'pasukan yang tidak bertanggung jawab', demikian diungkapkan pemerintah daerah setempat.

"Akibatnya, 52 orang tewas dalam insiden desak-desakan itu," lanjut pernyataan itu.

"Festival tahunan Irreecha telah dikacaukan kekerasan yang dipicu beberapa kelompok. Korban jiwa melayang karena terjadi desak-desakan," demikian penjelasan pemerintah Ethiopia yang sebelumnya diterbitkan media pemerintah.

Kelompok-kelompok oposisi meyakini lebih dari 100 orang terbunuh dalam kekacauaan yang terjadi saat ribuan orang tengah berkumpul di danau suci untuk mengikuti upacara Irreecha.

Perayaan yang digelar masyarakat Oromo itu bertujuan menandai berakhirnya musim hujan.

"Mayat-mayat sedang dikumpulkan. Namun, apa yang saya dengar dari orang-orang di lapangan, jumlah orang tewas lebih dari seratus," ungkap Merera Gudina, ketua kelompok oposisi Kongres Federalis Oromo.

Ethiopia saat ini menghadapi protes antipemerintah terbesar dalam satu dekade.

Saat peringatan itu, banyak peserta dari masyarakat Oromo memberi isyarat protes terhadap pemerintah. (AFP/*/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya