Rumah Sakit Dihantam Bom Barel

Haufan Hasyim Salengke
03/10/2016 00:45
Rumah Sakit Dihantam Bom Barel
(AFP/THAER MOHAMMED)

RUMAH sakit terbesar di Kota Aleppo yang dikuasai kelompok pemberontak kembali dibombardir tentara pemerintah Suriah, Sabtu (1/10) waktu setempat.

Serangan terhadap fasilitas medis atau kemanusiaan tersebut telah dikofirmasikan sejumlah lembaga medis dan sumber pertahanan sipil lokal.

Dokter Lintas Batas mengungkapkan fasilitas medis yang dikenal sebagai M10 itu diserang dengan dua bom barel oleh tentara rezim Suriah.

Sebelumnya, pada pada Rabu (28/9), serangan udara militer Suriah dan Rusia juga mengebom M10 bersama dengan rumah sakit terbesar kedua di Kota Aleppo, M2.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengutuk serangan sebelumnya yang digambarkannya sebagai 'kejahatan perang'.

"Dua bom barel menghantam rumah sakit M10 dan ada laporan dari bom tandan (cluster bomb) juga," kata Adham Sahloul dari Masyarakat Medis Suriah Amerika (SAMS) yang menopang fasilitas medis M10.

Sumber pertahanan sipil membeberkan sebuah helikopter rezim Suriah menjatuhkan bom barel di rumah sakit di Distrik Al-Sakhour itu, menyebabkan sejumlah ambulans hancur.

Pasukan pemerintah Suriah disebut juga turut menargetkan tim-tim medis yang tengah membantu mengevakuasi rumah sakit.

Wartawan Al Jazeera yang melaporkan dari Gaziantep di sisi Turki dari perbatasan Turki-Suriah mengatakan hanya sebagian dari bangunan rumah sakit M10 yang beroperasi sebelum Sabtu (1/10) akibat serangan sebelumnya.

Dokter Lintas Batas (MSF) mengecam serangan rezim Suriah terhadap fasilitas medis di kota timur Aleppo, sebuah medan pertempuran yang telah menjadi sebuah 'kotak pembunuhan raksasa'.


Serangan simultan

Marwan Salim, aktivis yang berbasis Aleppo, mengatakan sejumlah orang dilaporkan tewas dan terluka dalam serangan itu.

"Jet Rusia dan pasukan rezim secara simultan membombardir SDistrik al-Sakhour," ujarnya kepada Anadolu Agency.

"Daerah timur di Kota Aleppo telah berada di bawah serangan intens selama 10 hari. Rusia menyerang menggunakan bom tandan. Sementara itu rezim menggunakan bom barel," ungkap Salim.

Lembaga pemantau perang Suriah yang berbasis di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), mengatakan satu orang tewas dalam serangan terbaru itu, tapi belum bisa segera dikonfirmasikan apakah korban ialah pasien di fasilitas itu atau anggota staf.

Al Jazeera menyebut ada setidaknya tiga korban tewas akibat serangan tentara Suriah dan Rusia di M10.

"Kami berbicara dengan anggota White Helmets, mereka mengatakan ada sekitar 60 pasien yang sedang dirawat pada saat serangan terjadi," kata Al Jazeera.

Di samping itu, sedikitnya 30 warga sipil tewas akibat serangan pemerintah Suriah atau serangan udara Rusia semalam di Aleppo.

Sebanyak 18 orang tewas dalam serangan udara di berbagai kota wilayah timur Damaskus.

Badan Anak-Anak PBB (Unicef) mengatakan sedikitnya 320 orang, termasuk hampir 100 anak, telah tewas di Aleppo sejak kesepakatan gencatan senjata yang diprakarsai Amerika Serikat (AS) dan Rusia runtuh pada 19 September.
(AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya