Badai Matthew Siap Menerjang

03/10/2016 02:20
Badai Matthew Siap Menerjang
(AFP)

PENGAMAT cuaca mengatakan badai ekstrem Matthew tengah menuju wilayah Jamaika dan Haiti pada Sabtu (1/10) waktu setempat.

Badai dahsyat di wilayah Kepulauan Karibia itu diprediksi akan bergerak ke wilayah timur Amerika Serikat (AS).

Pusat Topan Nasional (NHC) yang berbasis di Miami, AS, menjelaskan badai tersebut masuk kategori 5 dalam Skala Badai Saffir-Simpson.

Kini badai Matthew masih lemah dan akan mulai berbahaya jika telah memasuki kategori 4.

Skala itu menjadikan badai Matthew tergolong badai Karibia terkuat dalam 10 tahun terakhir.

Badai terkuat yang terjadi pada 2007 ialah badai Felix.

Pergerakan badai ke wilayah barat laut dengan peningkatan kecepatan diperkirakan NHC terjadi kemarin dan kemudian menuju utara pada Senin (3/10).

Lembaga NHC memperkirakan badai Matthew yang kuat akan mendekati wilayah Jamaika dan barat daya wilayah Haiti, Senin (3/10) waktu setempat.

NHC pun memperkirakan badai Matthew akan bergerak ke arah timur Jamaika, Republik Dominika, dan sebelah timur Kuba.

"Curah hujan ini amat mungkin akan menyebabkan banjir bandang yang dapat mengancam jiwa dan memicu tanah longsor," ujar NHC seraya memperingatkan warga.

NHC mengatakan badai tersebut akan berputar-putar di wilayah selatan dan tengah Karibia yang disertai dengan tiupan angin yang berkecepatan hingga 240 kilometer per jam.

NHC pun mengatakan pusat badai akan berada di 360 mil selatan ibu kota Haiti, Port-au-Prince, dan 385 mil di tenggara Kingston, Jamaika.

Bahkan, bentuk cuaca saat ini menunjukkan badai tersebut bisa mencapai daratan AS.

"Terlalu dini untuk menyingkirkan kemungkinan dampak badai Matthew di Florida," ujar NHC.

Sementara itu, penduduk Jamaika mengantre di sejumlah supermarket, toko-toko perlengkapan rumah tangga, dan pom bensin untuk mempersiapkan diri sebelum badai tersebut datang.

"Ini tidak bercanda. Tidak ada ruang untuk candaan apa pun ketika kita menghadapi salah satu bencana alam yang paling parah dalam waktu yang lama," ujar Menteri Pemerintah Daerah dan Pembangunan Masyarakat Jamaika, Desmond McKenzie.

Menurut McKenzie, pemerintah Jamaika juga telah menempatkan sekitar 2.000 orang yang tidak memiliki tempat tinggal di penampungan.

Otoritas pengelolaan sampah selama bekerja 24 jam untuk mengangkut sampah.

Tidak hanya itu, tentara reguler dan tentara cadangan juga telah dipanggil untuk membantu upaya antisipasi dampak bencana badai itu.

Di negara kepulauan yang berpopulasi tiga juta jiwa itu, sejumlah rumah sakit juga telah disiagakan.

Perdana Menteri Jamaika, Andrew Holness, telah menginspeksi daerah Montego Bay untuk memeriksa persiapannya.

Beberapa penerbangan Caribbean Airlines pun telah dibatalkan. (AFP/Ihs/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya