IS Hancurkan Warisan Dunia

Yanurisa Ananta
02/9/2015 00:00
 IS Hancurkan Warisan Dunia
(AFP)
KELOMPOK ekstremis Islamic State kembali menghancurkan kuil kuno bersejarah, Kuil Bel, di Palmyra, Suriah. Penghancuran kuil yang berusia 2.000 tahun itu tergambar pada citra satelit badan peneliti United Nations Institute for Training and Research (UNITAR) Senin (31/8). "Kami mengonfirmasi adanya perusakan di bangunan utama Kuil Bel juga daerah sekitarnya," demikian pernyataan UNITAR. Citra yang didapatkan UNITAR memperlihatkan kondisi kuil sebelum dan sesudah ledakan.

Pekan lalu, IS juga menghancurkan patung Baal Shamin yang dinobatkan badan PBB bidang pendidikan dan budaya, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), sebagai warisan dunia. Gencarnya penghancuran kuil dan patung itu disebabkan IS menganggap kuil tersebut sebagai berhala. Kuil Bel dibangun antara tahun 32 SM dan abad kedua lantas berfungsi baik sebagai masjid maupun gereja.

Sebelum itu, pada Minggu (30/8), lembaga Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berpusat di Inggris sudah menyatakan IS telah menyiapkan bahan peledak di dalam Kuil Bel. "Ini merupakan bangunan yang paling penting untuk turis dan untuk penduduk Palmyra. Biasanya warga melaksanakan festival di sana," ujar aktivis asal Palmyra, Mohammad Hassan al-Homsi.

PBB, melalui juru bicara Stephane Dujarric, mengutuk keras perusakan situs bersejarah tersebut. Adapun kepala lembaga purbakala dan barang antik Suriah, Maamoun Abdulkarim mengatakan situs Bel merupakan contoh bagus dari kombinasi gaya seni oriental dan Yunani-Romawi.

"Sama dengan situs sejarah Baalbek di Libanon, situs Bel merupakan situs sejarah terpenting di Timur Tengah. Jika perusakan benar terjadi, ini akan menjadi kehilangan besar, bukan hanya bagi Suriah, melainkan juga bagi dunia," kata Abdulkarim.

Kecaman keras juga dilontarkan pemerintah Prancis yang menyatakan perusakan tersebut membuktikan bahwa IS hendak melakukan tindak kriminal dengan menyapu bersih keberagaman budaya di Timur Tengah.

Menjarah
Palmyra dikenal dengan julukan ‘mutiara di tengah gurun’ dan berada sekitar 210 kilometer arah timur laut Damaskus. Sebelum konflik di Suriah dimulai pada 2011, lebih dari 150.000 turis dalam setahun mengunjungi reruntuhan bangunan bersejarah yang termasuk 1.000 pilar dan lebih dari 500 makam.

Pada Mei lalu, sebelum Palmyra jatuh di tangan IS, ratusan patung dan artefak telah dipindahkan dari museum Palmyra. Namun, masih banyak yang lain, termasuk makam besar, yang tidak dapat dipindahkan.

IS juga telah mengeksekusi ratusan orang di Palmyra dan sekitarnya, termasuk beberapa tentara. Seorang mantan kepala lembaga barang antik di Palmyra juga dieksekusi IS pada pertengahan Agustus lalu. Kelompok ekstremis itu pun dituduh merusak situs sejarah, menjarahnya, lantas menjual artefak-artefak itu di pasar gelap.

Penghancuran terbaru ini menambah panjang daftar situs kuno yang dirusak IS. Kelompok itu juga dilaporkan merusak situs Palmyra pada Juni lalu kemudian menghancurkan patung singa di luar museum Palmyra. (AFP/I-1)

yanurisa@mediaindonesia.com




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya