Tiga Negara Bahas Keamanan Selat Malaka

27/9/2016 01:45
Tiga Negara Bahas Keamanan Selat Malaka
(Dok. MI)

INDONESIA-Malaysia-Singapura membahas keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo menyampaikan pembahasan tersebut penting karena Selat Malaka dan Selat Singapura memiliki jalur pelayaran yang sempit.

Selain itu, intensitas pelayaran di daerah tersebut tinggi.

"Pada 2007, ada sekitar 62 ribu kapal yang lewat dan diprediksi pada 2020 ada sekitar 140 ribu kapal yang lewat," kata Sugihardjo, kemarin, dalam pembukaan 9th Cooperation Forum di Yogyakarta, 26-27 September 2016.

Ia menyebut pertemuan tersebut tidak hanya diikuti pemerintah dari ketiga negara, tetapi juga para ahli pelayaran dan pemilik tanker dari berbagai negara serta organisasi-organisasi internasional.

Pertemuan, kata dia, bertujuan membahas kerja sama ketiga negara dalam membuat standar bersama terkait dengan keamanan navigasi, perlindungan lingkungan, serta aspek-aspek lain.Navigasi pelayaran sangat penting untuk memandu kapal-kapal besar melewati celah-celah sempit maupun dangkal.

"Kami masih berdialog terus mencari kaidah terbaik dalam navigasi dan menangani kecelakaan di laut," kata Deputy Director Generalisasi of Marine Department Malaysia Dato' Rossid bin Musa. (AT/AU/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya