Aparat keamanan setempat menyebarkan sebuah sketsa wajah seorang pria yang diyakini sebagai pelaku utama pengeboman. APARAT kepolisian Thailand menemukan sejumlah bahan peledak dalam operasi penggerebekan di sebuah apartemen di Minburi, wilayah pinggiran Kota Bangkok, Thailand, kemarin. "Kami menemukan kantong pupuk, jam tangan, radio kontrol, alat-alat pembuat bom, dan charger elektrik," ucap juru bicara kepolisian Thailand Prawut Thavornsiri. Kepolisian mengatakan kantong pupuk yang ditemukan merupakan tempat pupuk berbahan dasar urea. Urea nitrat ialah senyawa yang biasa digunakan sebagai bahan bom rakitan. "Kami terus memperluas pencarian ke berbagai bangunan tempat tinggal setelah penangkapan satu tersangka," papar Prawut. Setelah penggerebekan dan mendapatkan sejumlah barang bukti, pihak kepolisian setempat mengatakan kini tengah memburu seorang wanita warga negara Thailand.
Sketsa wajah Dalam sebuah tayangan televisi lokal, Prawut sempat menunjukkan sebuah foto wanita. "Wanita ini bernama Wanna Suansan berusia 26 tahun. Untuk pertama kalinya tersangka dalam tragedi pengeboman telah diidentifikasi," ujarnya. Dalam foto yang merupakan bagian dari kartu tanda penduduk itu terlihat Wanna mengenakan hijab berwarna hitam. Perempuan tersebut juga memiliki nama lain, yakni Misaloh. Polisi juga masih memburu seorang pria yang identitasnya belum terungkap, yang diduga terlibat dalam peledakan bom di Kuil Erawan pada 17 Agustus. Sebelum kejadian, pria tersebut terekam CCTV (kamera pemantau) mengenakan kaus kuning dan menenteng sebuah benda.
Selain menampilkan foto buron wanita, kepolisian Thailand menyebarkan sebuah sketsa wajah dari seorang pria yang diyakini berusia sekitar 40 tahun yang kini identitasnya belum diketahui. Pria tersebut diyakini sebagai pelaku utama pengeboman. "Mereka menyewa kamar kedua ini dari seorang warga negara asing untuk menyimpan peralatan bom," lanjut Prawut. Polisi telah menyebarkan sket gambar pria berkumis tersebut. Sebelumnya, seorang berkewarganegaraan Turki yang bernama Adem Karadag juga telah ditangkap di sebuah apartemen yang tidak jauh dari lokasi penggerebekan kedua. Polisi menyita sejumlah paspor palsu.
Meski polisi telah menemui satu titik terang, insiden ledakan yang menewaskan 20 orang itu masih menyimpan sejumlah misteri. Pasalnya, hingga kini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Kepolisian setempat juga meyakini Karadag ialah bagian dari kelompok penyelundupan manusia yang membantu imigran ilegal memperoleh dokumen palsu. Serangan bom di kuil itu, menurut Prawut, mungkin merupakan aksi pembalasan mereka karena pemerintah telah mengetatkan peraturan terkait dengan imigran ilegal yang merugikan usaha mereka.
Namun, para pengamat meragukan pernyataan dari kepolisian Thailand. Mereka mengatakan kecil kemungkinan organisasi penyeludupan manusia telah melakukan serangan bom di Bangkok sebagai aksi balas dendam terhadap pemerintah 'Negeri Gajah Putih'. Di sisi lain, ledakan bom di Kuil Erawan, Bangkok, telah memunculkan sejumlah spekulasi. Pelaku diduga terkait dengan kelompok etnik Melayu muslim yang berasal dari wilayah Thailand Selatan. Pasalnya, kelompok tersebut berniat hendak memisahkan diri dari Thailand. Tuduhan pelaku pengeboman juga dikaitkan dengan etnik Uighur dari Provinsi Xinjiang, Tiongkok. Pasalnya, sebelumnya, pemerintah Thailand mendeportasi puluhan orang etnik Uighur dengan menyerahkan mereka ke pemerintah Tiongkok. (AFP/I-3)