PM Najib Menolak Mundur

Haufan Hasyim Salengke
01/9/2015 00:00
PM Najib Menolak Mundur
(AFP PHOTO / MOHD RASFAN)
PERDANA Menteri (PM) Malaysia Najib Razak, kemarin, bersumpah tidak akan meletakkan jabatan sebagaimana diserukan ribuan pengunjuk rasa yang tergabung gerakan Bersih 4 terkait dengan tuduhan korupsi US$700 juta yang menyeretnya. Sebaliknya, Najib menuding para pengunjuk rasa 'miskin semangat nasionalis­me' karena menggelar unjuk rasa pada malam menjelang perayaan hari kemerdekaan atau Hari Nasional negara itu yang jatuh kemarin.

Setelah demonstran me-ngua­sai jalan-jalan Kuala Lumpur selama dua hari (29-30/8), pemerintah mengambil alih kembali jalan-jalan itu. Najib dan para menteri kabinetnya, kemarin, menghadiri parade gala yang melibatkan 13 ribu orang. Mereka menyaksikan atraksi jet-jet tempur di atas Lapangan Merdeka yang selama akhir pekan dipadati puluhan ribu demonstran.

Najib mengkritik para peng-unjuk rasa 'berpikiran dangkal'. Ia menyebut aksi Bersih 4 itu merusak ketertiban umum dan bukan cara yang tepat untuk menunjukkan ketidakpuasan dalam sebuah negara demokratis. Najib bersumpah untuk tidak tunduk pada tekanan.

"Saat layar telah di­kem­bangkan, jangkar telah diangkat, kapten dan krunya tidak akan pernah mengubah tujuan," ungkap Najib dalam pidato Hari Nasional pada Minggu (30/8) menjelang tengah malam.

Tidak mudah
Para analis memandang un­juk rasa antipemerintah be­sar-besaran selama akhir pe­kan lalu tidak akan mudah menjungkalkan Najib. Ke­ha­diran mantan orang kuat Malaysia, bekas PM Mahathir Mohamad, di tengah-tengah massa Bersih 4 juga dipandang tak akan begitu saja mengubah kepemimpinan Malaysia.


"Itu adalah kemenangan mo­ral yang kecil untuk Bersih, tapi sedikit terlambat untuk membuat perbedaan. Mahathir setidaknya harus mempertahankan sikap dengan merangkul tujuan-tujuan Bersih dan saya pikir tidak akan dia lakukan," ungkap Lim Teck Ghee, analis dari Centre for Policy Initiative (CPI).

Poin-poin utama yang menjadi tuntutan unjuk rasa Bersih 4 yang diorganisasikan lembaga independen terkemuka Malaysia, Bersih 2.0, yaitu pe­milihan umum dan pemerintahan yang bersih, penyelamatan ekonomi, dan hak untuk bersuara.

Tujuan lain gerakan Bersih 4 yang berkaitan dengan poin kepemimpinan Malaysia ialah menuntut Najib lengser. "Tujuannya ialah melengserkan Najib dan jelas ini merupakan bagian dari upaya terakhir Dr Mahathir. Tentunya ini baik untuk citra publik Dr Maha­thir," ujar Lim.

Adapun Direktur Institut Asia di Universitas Tasmania, Australia, James Chin, mem­benarkan tekanan publik terhadap Najib sejak skandal korupsi mencuat begitu besar. Namun, kata dia, itu belum cukup untuk bisa menggeser posisi Najib apalagi partisipasi etnik Melayu dalam unjuk rasa terbilang kecil.

"Protes akan menumpuk menjadi tekanan publik agar Najib mengundurkan diri, ta­pi sayangnya dia dalam posisi yang cukup kuat," ungkap Chin. Dia mengingatkan, "Anda lihat jumlah peserta Melayu dalam unjuk rasa ini sedikit padahal masyarakat Melayu lah yang akan memutuskan nasib kepemimpinan Najib."

Chin juga menambahkan cara Najib mengelola ekonomi ke depan pun bisa menjadi penentu nasib kepemimpinannya di Malaysia.

"Ringgit adalah kunci untuk jabatan perdana menteri. Jika ekonomi membaik dan ringgit pulih, Najib akan berada dalam posisi yang jauh lebih kuat. Jika ringgit terus jatuh, Perdana Menteri tidak memiliki pilihan selain mengundurkan diri," pungkasnya. (AFP/CNBC/The Malaysian Insider/I-1)

haufan_hasyim @mediaindonesia.com



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya